Israel: Rudal Jelajah Hizbullah Ancaman Utama bagi Ladang Gas Karish

0
188

Quds, LiputanIslam.com  Rezim Zionis Israel mengklaim telah menembak  jatuh beberapa pesawat nirawak (UAV/drone) yang dilesatkan Hizbullah Lebanon, Sabtu (2/7). Meski demikian, para petinggi Israel menyatakan bahwa drone memang target yang mudah dicegat, sedangkan ancaman utama yang harus dihadapi ialah rudal jelajah supersonik anti-kapal P-800 Oniks alias Yakhont milik Hizbullah dan Suriah.

Situs berita Kan militer Israel, Ahad (3/7), menyebutkan; “Sistem rudal Barak untuk pertama kalinya telah mencegat drone Hizbullah pada Sabtu lalu. Angkatan Laut menyebut operasi pencegatan itu sukses, namun para petinggi angkatan bersenjata menyatakan bahwa drone memang target yang mudah dicegat karena terbang pelan, sedangkan ancaman vital yang harus dihadapi ialah rudal canggih Yakhont.”

Para petinggi Israel mengatakan bahwa rudal bersayap yang juga ada di arsenal Suriah itu dapat melesat dengan kecepatan tinggi dan tak memberi kesempatan kepada operator sistem rudal untuk mengambil keputusan.

Sabtu lalu Hizbullah merilis statemen mengenai pencegatan drone Hizbullah oleh Israel tersebut. Dikutip Al-Mayadeen, Hizbullah menyebutkan bahwa kelompok Syahid Jalim Sikaf dan Syahid Mahdi Yaghi telah menerbangkan tiga unit drone tak bersenjata dengan berbagai ukuran ke arah kawasan sengkata ladang minyak Karish.

Hizbullah menegaskan, “Drone-drone itu menjalankan misi pengintaian, dan misi inipun sudah terlaksana, sementara pesan pun juga tersampaikan (kepada Israel).”

Lembaga think tank Israel Alma dalam laporan terbarunya membahas kemampuan maritim Hizbullah dan menyebutkan bahwa satuan-satuan maritim Hizbullah telah menyiapkan beberapa skenario militer terhadap rig pengeboran Karish atau terhadap tentara Israel yang berpatroli di sekitar rig tersebut.

Menurut Alma, ancaman potensial dan utama Hizbullah di bidang maritim, khususnya bagi Karish, berasal dari satuan-satuan maritim Hizbullah.

Alma menduga pasukan Hizbullah itu memiliki rudal Noor, yaitu rudal jelajah buatan Iran anti-kapal berjarak jangkau 120-220 kilometer dan merupakan versi upgrade rudal C-802 buatan China.

Tak jelas berapa jumlah rudal jelajah darat-ke-laut milik Hizbullah, tapi diperkirakan minimal puluhan, yang sebagian di antaranya disimpan di dekat garis pantai Lebanon untuk penggunaan segera dan akan ditembakkan dari instalasi-instalasi yang telah dipersiapkan sebelumnya oleh Hizbullah.

Para pakar militer Israel Ahad lalu menyebut Hizbullah sebagai organisasi strategis yang sangat serius dan mempelajari dengan baik langkah-langkahnya.  Kepada media mereka mengatakan bahwa Hizbullah telah memperluas konfrontasi dengan Israel dengan  memasukkan wilayah perbatasan laut yang disengketakan oleh Isral dan Lebanon ke dalam wilayah pertanian Sheeba.

Mereka meragukan kebenaran klaim militer Israel sejak sebelumnya sudah memiliki informasi mengenai rencana peluncuran drone Hizbullah tersebut. Mereka menyoal, “Jika tentara miliki informasi demikian lantas mengapa salah satu drone itu sampai mencapai jarak hanya beberapa mil dari rig?”

Perdana menteri baru Israel Yair Lapid menyebut Hizbullah sebagai kendala bagi perjanjian antara Lebanon dan Israel mengenai penentuan perbatasan laut.

“Hizbullah terus berjalan di jalur terorisme dan merusak kemampuan Lebanon untuk mencapai perjanjian mengenai perbatasan laut,” ujarnya,  Ahad.

Penemuan deposit gas besar di Mediterania timur dalam beberapa tahun terakhir telah membangkitkan selera negara-negara tetangga dan memicu perselisihan perbatasan.

Lebanon dan Israel memulai negosiasi yang belum pernah terjadi sebelumnya pada Oktober 2020, di bawah naungan Washington, untuk menetapkan perbatasan laut dan menghilangkan hambatan untuk eksplorasi minyak dan gas.

Pembicaraan itu dihentikan pada Mei 2021 karena perbedaan ukuran area yang disengketakan, terutama ladang gas Karish. (mm/fna/alalam/raialyoum)

Baca juga:

Hizbullah Siapkan Kejutan Untuk Israel

Senjata Kiriman Israel Digunakan Myanmar untuk Membantai Muslimin

DISKUSI: