Israel Pamerkan “Tembok Besi” Canggih, Sanggupkah Para Pejuang Gaza Mengatasinya?

0
563

Beirut, LiputanIslam.com –  Militer Israel belum lama ini memamerkan “dinding canggih” yang baru selesai dibangun secara besar-besaran di sekitar Jalur Gaza dengan tujuan mencegah infiltrasi para pejuang Palestina melalui terowongan bawah tanah.

Juru bicara militer Israel Avichai Adraei dalam siaran persnya menyebutkan bahwa dinding penghalang yang membentang sepanjang 65 kilometer itu dihubungkan dengan pagar di atasnya, penghalang laut, sistem deteksi, dan pos pantau dan penembakan.

Dinding yang disebut “Iron Wall” (Tembok Besi) itu dibangun dengan biaya sebesar US$ 1,1 miliar dalam jangka waktu tiga setengah tahun serta dengan mengerahkan 1200 pekerja.

“Israel telah membangun proyek paling kompleks untuk mencegah ancaman terowongan Hamas… Israel berkomitmen untuk melindungi warganya dari bahaya apa pun yang berasal dari Jalur Gaza,” kata Adraei.

Iron Wall tersebut juga dilengkapi dengan teknologi sensor bawah tanah, radar, dan kamera untuk mengantisipasi ancaman.

Lantas seberapa jauh tembok akan efektif membendung terowongan bawah tanah para pejuang resistensi Palestina di Gaza?

Surat kabar Al-Akhbar dalam sebuah artikelnya, Kamis (9/12), menyebutkan bahwa kubu resistensi Palestina sanggup mengatasi benteng yang sedang dibangga-banggakan Israel itu.

Menurut media Lebanon ini, kubu resistensi “sudah menemukan solusi operasional untuk menembus dinding pintar rezim Zionis di perbatasan Gaza” dan hal ini “akan menyudahi euforia Tel Aviv”.

Mengutip pernyataan berbagai sumber, Al-Akhbar menuliskan bahwa faksi-faksi pejuang Palestina sejauh ini belum mengumumkan kemampuan mereka menembus Iron Wall, namun para arsitek resistensi berhasil menemukan “solusi yang akan membuat dinding itu sia-sia dalam konfrontasi militer”.

Disebutkan bahwa dalam Perang Pedang Quds pada Mei lalu para pejuang Gaza tidak menggunakan senjata terowongan karena pasukan Zionis tak jadi melancarkan serangan darat. Saat itu para pejuang Gaza juga hanya fokus pada senjata roket dan tidak mengerahkan segenap kemampuannya.

Sumber-sumber itu menjelaskan bahwa meskipun sebagian besar dinding itu tertanam hingga kedalaman 30-40 meter dari permukaan tanah, namun penggalian terowongan lebih dalam dari itu bukanlah pekerjaan yang sulit bagi para pejuang Palestina yang sudah terbiasa berjuang dengan terowongan.

Sumber-sumber itu menambahkan bahwa Israel telah memasang sensor untuk mendeteksi suara di bawa tanah dan ini semula memang menjadi kendala bagi para arsitek resistensi, tapi seiring perputaran waktu masalah ini juga dapat mereka atasi. (mm/fna/reuters)

Baca juga:

Jubir IRGC: Para Pengikut Martir Qasem Soleimani Melanjutkan Perjuangan, Israel akan Hancur

Israel Serang Pelabuhan Latakia di Suriah, Mengapa Rusia Bergeming?

DISKUSI: