Israel Bunuh Tiga Orang Palestina di Tepi Barat

0
68

Ramallah, LiputanIslam.com   Pasukan Zionis Israel membunuh tiga warga Palestina pada hari Kamis (12/1).

Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan bahwa dua korban di antaranya, yaitu Habib Kamil, 25 tahun, dan Abdulhadi Nazal, 18 tahun, ditembak mati oleh pasukan Israel dalam serangan di kota Qabatiya, dekat kota Jenin di bagian utara Tepi Barat utara.

Militer Israel menyatakan pihaknya menggelar operasi penangkapan dan penyitaan senjata di seluruh Tepi Barat, dan pasukan Zionis melepaskan tembakan setelah ditembak dan “kerusuhan kekerasan” meletus.

Sebelumnya, tentara Israel telah membunuh seorang pria Palestina bernama Sameer Aslan, 41 tahun.  Aslan dibidik oleh penembak jitu Israel ketika sedang berdiri di atap rumahnya saat tentara Israel menyerang sebuah kamp pengungsi di Quds (Yerussalem) Timur.

Ayah delapan anak itu dinyatakan meninggal pada Kamis dini hari oleh kementerian kesehatan Palestina, yang menyebutkan bahwa dia ditembak di bagian dada di kamp pengungsi Qalandiya.

Dia terbunuh sekitar 10 menit setelah putranya, Ramzi, 17 tahun, ditangkap oleh tentara Israel dari rumah mereka.

Aslan adalah orang Palestina ketujuh yang dibunuh oleh tentara Israel sejak awal tahun 2023, termasuk tiga anak kecil. Dia juga adalah orang Palestina ketiga yang terbunuh dalam waktu kurang dari 24 jam.

Pada Rabu malam, pasukan Israel membunuh Sanad Samamreh, 18 tahun, setelah dia diduga melakukan serangan penikaman di kota Hebron, di wilayah selatan Tepi Barat.

Sebelumnya pada hari itu, tentara Zionis menembak mati Ahmad Abu Junaid , 21 tahun, dalam peristiwa  penggerebekan di kamp pengungsi Balata di kota Nablus, Tepi Barat utara.

Perkembangan itu terjadi sebagai akibat dari kampanye militer Israel yang terus-menerus melakukan penggerebekan dan pembunuhan intensif yang telah berlangsung hampir setahun.

Pada Kamis pagi, tentara Israel menyerbu kota Nablus, termasuk Kota Tua. Setidaknya tujuh warga Palestina telah dilaporkan terluka oleh peluru tajam Israel, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.

PBB menyebut tahun 2022 sebagai tahun paling mematikan bagi warga Palestina di Tepi Barat sejak tahun 2006.

Korban gugur Palestina pada tahun lalu antara lain 30 anak kecil, dan sedikitnya 9000 warga Palestina lainnya terluka. (mm/aljazeera)

Baca juga:

Pasukan Israel Bunuh Pemuda Palestina dalam Serangan di Tepi Barat

Kecam Kebijakan Kabinet Netanyahu, Politisi Israel Serukan Unjuk Rasa Massal

DISKUSI: