Israel Ancam Hamas dengan Serangan Rudal Berskala Luas

0
399

Quds, LiputanIslam.com –   Rezim Zionis Israel, Senin (26/4), memperingatkan Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, dengan ancaman bahwa “jika Hamas masih menembakkan rudal maka malam ini akan dibalas dengan serangan berskala luas ke Jalur Gaza”.

Dilansir media Israel Walla, sumber-sumber Zionis menyatakan, “Israel telah mengirim pesan ancaman kepada Hamas serta pemimpin Otorita Palestina di Ramallah melalui utusan PBB untuk Timur Tengah, Tor Wennesland.”

Para diplomat Barat mengatakan, “Utusan PBB Wennesland telah menemui para pejabat Israel dan membahas bersama mereka jalan pencegahan eskalasi di Gaza.”

Wennesland diperkirakan bertolak ke Kairo, Senin, untuk mengadakan pembicaraan dengan para pejabat senior intelijen Mesir mengenai situasi di Gaza, dan dari situ akan terbang ke Amman untuk mengadakan pembicaraan dengan para pejabat Yordania mengenai ketegangan situasi di kota Quds (Yerussalem).

Sumber-sumber itu juga menyinggung bahwa utusan PBB tersebut melakukan panggilan telepon dengan pejabat senior Hamas di Gaza dan penasihat Ketua Otorita Palestina Mahmoud Abbas.

Para pejabat Israel memberitahu utusan PBB bahwa penutupan zona penangkapan ikan di Gaza pada Senin pagi merupakan upaya terakhir Israel dalam memberikan tanggapan dengan cara non-militer atas penembakan roket dari Jalur Gaza ke Israel, sedangkan tanggapan berikutnya akan “benar-benar bersifat militer dan konsekuensinya akan fatal”.

Di pihak lain, Kepala Biro Politik Hamas  Ismail Haniyeh pada Ahad malam lalu menegaskan bahwa jika Rezim Zionis masih melanjutkan agresivitasnya di Quds maka tidak akan ada ketenangan.

Menanggapi kerusuhan yang melanda di Quds belakangan ini, Haniyeh mengatakan bahwa Quds tidak sendirian dalam pertempuran ini dan bahwa para pejuang di Gaza siap membela orang-orang Palestina di Quds.

Dia menyebut kerusuhan itu sebagai pertempuran untuk memperebutkan identitas kota ini.

“Kami menghadapi bab-bab dari apa yang disebut proyek ‘Kesepakatan Abad Ini’, yang berupaya menghancurkan perjuangan Palestina dan memperkenalkan Quds sebagai ibu kota rezim pendudukan, serta membiarkan Zionis bebas melanggar kesucian dan Masjid Al-Aqsa,” tegasnya.

“Peristiwa di Quds menjungkirbalikkan teori normalisasi hubungan dengan musuh, Zionis. Rezim Zionis bukanlah bagian dari solusi, melainkan masalah itu sendiri. Rezim ini bukanlah sekutu regional, melainkan musuh regional dan negara bangsa Palestina. Pertempuran Quds adalah pertempuran kita semua; Quds bukan hanya untuk Palestina, itu adalah pusat pertempuran,” tambahnya.

Dia meminta semua negara Arab dan Islam untuk bersiap memberikan bantuan dalam arti yang sesungguhnya kepada bangsa Palestina. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Gaza Kirim Rudal, Israel Lakukan Latihan Perang Darurat

Pesan untuk Warga Quds: Senjata dan Hati Gaza bersama Kalian

DISKUSI: