IRGC: Kekuatan Iran Berada di Level yang Membuat AS Tak Berani Menyerangnya

0
256

Teheran, LiputanIslam.com   Pasukan elit Iran Koprs Garda Revolusi Islam (IRGC) menekankan tingginya kemampuan militer dan kekuatan pencegahan Iran, dan memastikan tidak ada musuh yang berani melakukan operasi militer terhadap negara republik Islam ini.

Dalam sebuah acara di Provinsi Kerman untuk merayakan peringatan 44 tahun Revolusi Islam, Jubir IRGC Brigjen Ramezan Sharif menyatakan hal itu sembari memuji upaya yang dilakukan oleh pemuda Iran dalam menggagalkan ancaman asing.

“Dengan rahmat Allah, tindakan bijak Pemimpin Besar Revolusi Islam (Ayatullah Sayid Ali Khamenei), dan upaya sepanjang waktu anak-anak Anda, hari ini kita telah mencapai tingkat pertahanan dan kekuatan militer di mana Amerika maupun kekuatan lain mana pun tak berani mengambil tindakan sekecil apa pun terhadap negara ini serta bangsanya, kepentingannya, dan penganutnya,” terangnya.

Dia  menyebut keamanan sebagai kebutuhan penting setiap negara di seluruh dunia. Namun, dia memperjelas bahwa Iran bangga dengan fakta bahwanegara ini  tidak membutuhkan kekuatan jahat dunia dalam menggalang keamanan di dalam perbatasannya.

Komandan IRGC juga menghargai “wawasan dan kecerdasan” rakyat Iran dalam menghadapi konspirasi musuh, dan mengatakan bahwa kelompok separatis bermimpi merebut kendali atas provinsi Kurdistan dan Sistan dan Baluchestan di Iran.

Sharif mengecam Presiden Prancis Emmanuel Macron dan dan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeiers atas pertemuan mereka baru-baru ini dengan elemen-elemen anti-Iran. Dia menegaskan bangsa Iran  tidak akan pernah melupakan kejahatan yang dilakukan oleh kedua negara Eropa ini di Irak dalam memaksakan perang terhadap Iran pada 1980-an.

Sharif mengingatkan bahwa dalam perang itu pesawat Mirage Prancis telah membombardir kota-kota Iran sementara gas mustard Jerman yang diberikan kepada rezim Ba’ath Irak pimpinan Saddam Hossein telah menyengsarakan banyak orang Iran.

Jubir IRGC juga mengecam para pejabat Eropa karena mengizinkan anggota organisasi teroris anti-Iran Mujahedin-e-Khalq Organization (MKO) berunjuk rasa di depan Parlemen Eropa.

Menurut Sharif, gembong MKO Maryam Rajavi berpikir bangsa Iran kami telah melupakan kejahatan MKO, dan organisasi ini “telah membunuh 17.000 orang dan pejabat Iran serta merangkul partai Ba’ath (Irak) dalam perang yang dipaksakan. Mereka berdiri di barisan pengkhianat bangsa mereka dan membunuh puluhan  pemuda negara ini dengan bantuan Saddam Hussein.” (mm/fna)

Baca juga:

Rayakan Hari Revolusi, Jutaan Rakyat Iran Perbaharui Sumpah Setia kepada Negara Islam

Berada di Beijing, Presiden Raisi: Konsolidasi Iran-Cina ‘Efektif’ bagi Keamanan Regional dan Global

DISKUSI: