
Teheran, LiputanIslam.com – Wakil Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran Brigjen Abbas Nilforoushan memperingatkan Barat untuk tidak mengulangi kesalahannya di masa lalu dan berhenti mengandalkan kelompok teroris. Dia juga menyatakan Israel menerima pukulan setiap hari akibat ulahnya anti-Iran.
“Kami memperingatkan orang-orang Barat untuk tidak mengulangi pengalaman gagalnya di masa lalu dan tidak bermain-main dengan kayu mati berupa kelompok teror Mojahedin-e-Khalq (MKO). Jangan paksa kami memakai sepatu bot militer kami lagi; Anda harus mengemis,” tegas Nilforoushan, Sabtu (28/5).
“Anda mungkin bertanya kepada rezim Zionis bagaimana menerima tanggapan atas aksi jahatnya pada tahun lalu. Zionis menerima tanggapan mereka setiap hari,” imbuhnya.
Nilforoushan memastikan melemahnya kekuatan pemerintah AS dalam kebijakan dalam dan luar negeri, dan menyatakan bahwa AS sedang bergulat dengan krisis parah di dalam dan luar negeri.
Pada pertengahan April lalu, Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi mengatakan bahwa perkembangan terbaru di seluruh wilayah pendudukan menunjukkan bahwa kejatuhan rezim Israel akan terjadi lebih cepat dari jangka waktu 25 tahun yang diproyeksikan oleh Pemimpin Besar Iran Sayid Ali Khamenei.
Dia menyebut krisis politik dan sosial internal di wilayah pendudukan sebagai tanda bahwa kejatuhan rezim Zionis akan jauh lebih dekat dari yang diharapkan. Menurutnya, kaum Zionis saling berperang dan mereka terburu-buru untuk menghancurkan diri mereka sendiri.
Media Israel melaporkan bahwa banyak orang Zionis mencari jalan keluar dari wilayah pendudukan di tengah memburuknya krisis politik dan eksistensial yang dialami rezim Israel yang dipimpin oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Iran menyebut Israel sebagai biang kerok instabilitas dan kacaunya keamanan kawasan Timur Tengah, dan memastikan kebiadaban Israel yang didukung AS tidak akan mengubah nasib rezim Tel Aviv.
Teheran mengatakan sejarah rezim apartheid penuh dengan pembunuhan, pembantaian, penyiksaan dan pembunuhan anak-anak Palestina, dan menyebut kekejaman rezim Tel Aviv dan pembantaian terhadap kaum perempuan dan anak-anak kecil Palestina sebagai indikasi ketidak berdayaan kaum Zionis.
Para pejabat Iran mengatakan rezim Tel Aviv telah berjuang selama lebih dari 70 tahun untuk keluar dari krisis identitasnya yang telah bercampur dengan genosida, penjarahan, pemindahan paksa dan sejumlah tindakan tidak manusiawi lainnya. (mm/fna)
Baca juga: