IRGC: Iran Punya Rudal yang Tak Terbayangkan oleh AS

0
334

Teheran, LiputanIslam.com   Komandan Angkatan Laut (AL) Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Laksamana Muda Alireza Tangsiri mengatakan Iran memiliki rudal yang bahkan tidak dapat dibayangkan oleh Amerika Serikat (AS).

Dia menyebutkan bahwa apa yang telah ditunjukkan Iran dalam berbagai manuver bukanlah apa yang akan digunakan oleh negara ini jika terjadi perang.

“Hari ini, kami memiliki rudal yang bahkan tidak terpikirkan oleh AS,” ungkap Tangsiri dalam upacara di Universitas Imam Hossein di Teheran, Selasa (13/12).

Dia menjelaskan bahwa Iran adalah satu-satunya negara yang berhasil memasang rudal di kapal sepanjang 6-8 meter, dan memastikan bahwa musuh ekstra-regional tidak memiliki kemampuan untuk mencapai Iran melalui Teluk Persia, Laut Oman, dan Samudera Hindia untuk mengalahkannya.

Tangsiri menambahkan bahwa pasukan AS telah hadir di wilayah Teluk Persia sejak awal abad ke-20.

“Sebuah kapal perusak AS berharga 2 juta dolar per minggu dan sebuah kapal induk berharga 5 juta dolar seminggu, dan mereka membayarnya untuk tetap berada di kawasan ini,” tuturnya.

Mengenai pentingnya pulau-pulau Iran yang terletak di Selat Hormuz, Tangsiri mengatakan bahwa jika Iran kehilangan kendali atas pulau Abu Musa, maka ia akan kehilangan Pulau Siri-nya, tempat ekstraksi minyak dan gas Iran, dan kemudian akan menggunakan pulau Tunb dan Tunb kecil, tempat penangkapan ikan terbaik.

“Ini adalah titik terdalam di Teluk Persia dan merupakan tempat yang sangat penting bagi negara ini. Jika wilayah ini hilang, kami tidak lagi memiliki kendali atas Teluk Persia,” ujar komandan AL IRGC.

Dia menolak rencana musuh untuk merebut tiga pulau Iran di Teluk Persia. Dia memperingatkan, “Kami tidak akan membiarkan musuh mengambil tanah kami yang telah dilestarikan oleh nenek moyang kami.”

Menanggapi pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh China dan negara-negara Dewan Kerjasama Teluk Persia (GCC) pada akhir pertemuan puncak mereka di Riyadh, Arab Saudi, Tangsiri mengatakan ketiga pulau itu milik Iran dan akan tetap menjadi bagian dari integritasnya.

Dia menambahkan bahwa Iran tidak akan mengagresi negara mana pun, tapi juga tidak akan pernah mengizinkan siapa pun berbicara tentang integritas nasionalnya.

“Pulau-pulau ini milik Iran dan mereka yang mengklaim sebaliknya, harus meninjau sejarah. Jika kita kembali ke sejarah, Bahrain bahkan juga harus kembali ke Iran,” kata Tangsiri.

Dalam pernyataan bersama mereka, para pemimpin China dan negara-negara GCC menegaskan dukungan mereka atas apa yang mereka sebut “semua upaya damai, termasuk inisiatif dan upaya Uni Emirat Arab” untuk mencapai solusi damai atas masalah tiga pulau Teluk Persia melalui perundingan bilateral.

Selama bertahun-tahun, UEA telah mengajukan klaim atas ketiga pulau tersebut. (mm/presstv)

Baca juga:

Panglima IRGC: Kami Tahu Cara Menghadapi Musuh di Semua Bidang

Saudi; Semua Pertaruhan Batal jika Iran Meraih Senjata Nuklir

DISKUSI: