IRGC Dicap Teroris oleh Parlemen Eropa, Ini Tanggapan Keras Militer Iran

0
162

Teheran, LiputanIslam.com   Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran mengutuk tindakan Parlemen Eropa memasukkan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) ke dalam daftar hitam organisasi teroris, dan memperingatkan Uni Eropa (UE) tentang konsekuensi mengerikan dari tindakan permusuhan ini bagi stabilitas regional dan global.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis (19/1), Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran menyebut tindakan Parlemen Eropa itu tidak bijaksana dan bertentangan dengan semua peraturan internasional.

“Selain belum pernah terjadi sebelumnya dalam peraturan dan regulasi internasional, langkah Parlemen Eropa baru-baru ini akan mempengaruhi keamanan, stabilitas, ketenangan dan perdamaian regional dan global, dan Parlemen Eropa harus berhati-hati akan konsekuensinya,” bunyi pernyataan itu.

Pernyataan itu balik memuji IRGC sebagai institusi yang “kuat dan populer” dan menyoroti peran penting pasukan elit Iran ini dalam pemberantasan terorisme di kawasan Timteng.

Pernyataan itu menyebutkan bahwa seandainya bukan karena upaya besar IRGC di garis depan perlawanan di bawah komando Letjen Qassem Soleimani yang gugur sebagai martir, negara-negara Eropa sekarang terdampak hebat oleh kelompok teroris ISIS.

Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran menekankan bahwa Angkatan Bersenjata Iran, khususnya IRGC, tidak akan pernah menyerah dalam berperan menjaga keamanan, kepentingan nasional dan cita-cita luhur Revolusi Islam, serta terus berkonfrontasi dengan teroris yang dipelihara oleh AS, Inggris dan Rezim Zionis Israel.

“Pemerintah yang bermusuhan akan segera mengerti bahwa mereka sekali lagi telah membuat kesalahan dalam perhitungan mereka,” bunyi pernyataan itu.

Pada hari Rabu lalu anggota Parlemen Eropa mendukung amandemen yang ditambahkan ke laporan tahunan kebijakan luar negeri, dan menyerukan “UE dan negara anggotanya untuk memasukkan IRGC ke dalam daftar teroris UE”. Langkah tersebut disahkan dengan suara 598 setuju, sembilan menentang, dan 31 abstain.

Amandemen tersebut akan mendesak Brussel untuk memasukkan IRGC, pasukan sukarelawan Basij, dan Pasukan Quds IRGC ke dalam daftar hitam.

Teheran telah berulang kali mengumumkan bahwa IRGC adalah badan resmi negara yang telah dan akan terus memiliki peran penting dan kunci dalam memastikan keamanan Iran dan kawasan.

Pejabat Iran baru-baru ini memperingatkan UE bahwa tindakan memasukkan IRGC ke daftar hitam sebagai “organisasi teroris” dapat menimbulkan konsekuensi buruk dan merusak peluang negosiasi.

Mereka memperingatkan pemerintah Eropa agar tidak jatuh ke dalam perangkap plot yang dibuat oleh AS dan Israel, dan menyerukan Uni Eropa untuk mempertahankan independensinya dari AS. (mm/fna)

Baca juga:

Teheran: Kondisi Suriah Sekarang Sudah Jauh Berbeda

Berkunjung ke Turki, Menlu Iran: Pendekatan Turki-Suriah Penuhi Interes Regional

DISKUSI: