Iran Tuding Israel dan Saudi Gerakkan Demo di Libanon

0
107

Teheran, LiputanIslam.com –  Penasehat pemimpin besar Iran Ali Akbar Veleyati menyatakan bahwa unjuk rasa yang masih berlanjut di Libanon setelah Hassan Diab ditugaskan membentuk pemerintahan baru terjadi karena digerakkan oleh Arab Saudi dan Israel.

Tudingan terhadap Saudi dan Israel ini dinyatakan Velayati dalam wawancara dengan RT milik Rusia, Senin (23/12/2019), sembari mengungkapkan sambutan baik Iran atas penugasan Diab tersebut.

“Kami menghormati segala keputusan yang diambil oleh rakyat Libanon,” tuturnya.

Dia mengaku yakin bahwa unjuk rasa di Libanon akan mereda setelah terbentuknya pemerintahan baru Libanon dan terpenuhinya tuntutan rakyat negara ini.

Presiden Libanon Michel Aoun beberapa hari sebelumnya telah menugaskan Hassan Diab yang juga mantan menteri pendidikan periode 2011 – 2014 agar membentuk pemerintahan baru.

Baca: Saudi Vonis Hukuman Mati 5 Terdakwa Pembunuhan Khashoggi, Tapi 2 Tokoh Utamanya Dibebaskan

Penugasan ini dilakukan setelah parlemen memilih Diab sebagai perdana menteri dengan 69 suara setuju melawan 13 suara yang diberikan kepada Nawaf Salam, dan satu suara kepada  Halime Kaakour, serta 42 suara abstein.

Pada Kamis lalu Presiden Aoun mengadakan perundingan dengan sejumlah anggota parlemen untuk pemilihan perdana menteri baru, jabatan yang dalam sistem pemerintahan negara ini dikhususkan untuk kalangan Muslim Sunni.

Baca: Turki Sebut Putusan Pengadilan Khashoggi Tidak Mencerminkan Keadilan

Perdana menteri Libanon sebelumnya, Saad Hariri, mengundurkan diri menyusul gelombang aksi unjuk rasa yang melanda Libanon. Dia sempat diusulkan untuk kembali ke jabatan ini namun dia enggan karena beberapa faksi tidak konsisten dalam menjagokan dirinya. (mm/raialyoum)

DISKUSI: