Iran Tolak Usulan Eropa untuk Pertemuan Informal, AS Mengaku Kecewa

0
184

Washington, LiputanIslam.com – Pemerintah AS mengaku kecewa melihat Iran menolak pertemuan informal untuk membahas mekanisme reaktivasi perjanjian nuklir Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) antara Iran dan lima negara  (4+1; Inggris, Prancis, Rusia, China plus Jerman).

Jubir Gedung Putih Jen Psaki, Ahad (28/2), mengatakan, “Meski kami kecewa terhadap respon Iran, namun kami masih siap berpartisipasi lagi dalam diplomasi serius untuk merealisasikan saling kembali mematuhi JCPOA.”

Dia menambahkan bahwa Washington akan berunding dengan lima negara tersebut mengenai mekanisme yang terbaik untuk mengaktifkan kembali perjanjian tersebut.

Sebelumnya di hari yang sama, Iran secara resmi mengumumkan penolakannya terhadap usulan Eropa untuk menggelar pertemuan informal tersebut.

Kemlu Iran menyatakan bahwa menimbang sikap terbaru dan tindakan AS dan Eropa maka Teheran memandang tidak tepat waktunya untuk mengadakan pertemuan demikian.

Menurut Kemlu Iran, belum ada perubahan pada sikap dan perilaku AS terhadap Iran sejak Joe Biden dilantik sebagai presiden AS.

Kemlu Iran menekankan bahwa penerapan kembali JCPOA oleh semua pihak terkait tidak memerlukan negosiasi dan keputusan Dewan Gubernur Badan Energi Atom Internasional (IAEA) karena semua negosiasi sudah dilakukan pada lima tahun silam.

Iran mengingatkan bahwa menuju perjanjian nuklir sudah sangat jelas, yaitu melalui pencabutan semua sanksi ilegal dan sepihak AS terhadap Iran serta kepatuhan Washington kepada JCPOA. (mm/raialyoum/fna)

Baca juga:

Jenderal Esmail Qaani: Kami Siap Meladeni Jika AS Tak Mengerti Kecuali Bahasa Kekerasan

AS Remehkan Pernyataan Ayatullah Khamenei

DISKUSI: