Jenderal Esmail Qaani: Kami Siap Meladeni Jika AS Tak Mengerti Kecuali Bahasa Kekerasan

0
299

Teheran, LiputanIslam.com –  Komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam Iran, Brigjen Esmail Qaani, menyebut AS tak mengerti kecuali bahasa otot dan kekuatan.

Dalam sebuah pidatonya untuk konferensi internasional mengenai pembelaan atas kesucian, jenderal yang menjadi penerus jenderal legendaris Qassem Soleimani itu mengatakan bahwa dengan mengikuti jejak perjuangan cucunda Rasul saw, Imam Husain bin Ali bin Abi Thalib ra, bangsa Iran telah mengajarkan makna kebebasan dan kemerdekaan kepada bangsa-bangsa dunia, terutama para penghayat ajaran Rasulullah saw.

“Prestasi kami sebagai kekuatan militer adalah dalam perang penyucian jiwa manusia, dan muqawamah (resistensi) membangun manusia di semua penjuru dunia,” ujarnya.

Dia menjelaskan, “Kami belajar empat bahasa dengan baik. Pertama, bahasa kaum terisolasi dan tertindas, untuk mengenai apa yang mereka katakan dan kehendaki. Kedua, bahasa kejujuran dan logika. Ketiga, bahasa kekuatan, kemampuan, dan kehormatan. Terakhir, jika jika tak dapat berbicara dengan pihak lain dengan bahasa-bahasa itu maka akan ada bahasa kekuatan. Kami tahu bagaimana kami mesti berbicara dengan negara seperti AS yang tak memahami kecuali bahasa kekuatan.”

Esmael Qaani memastikan bahwa resistensi tetap hidup di seluruh penjuru dunia, dan bahwa darah para syuhada akan membuka jalan menuju pembebasan Al-Quds (Baitul Maqdis/Yerussalem).

Dia juga memuji pendahulunya, Jenderal Soleimani, sebagai murid cemerlang madrasah pendiri Republik Islam Iran, Imam Khomaini, “yang telah menerjemahkan bahasa-bahasa itu dengan baik dalam dirinya, dan ketika keadaan mendesak dia berbicara kepada musuhnya dengan menggunakan bahasa-bahasa itu secara berkronologi.” (mm/alalam)

Baca juga:

Ayatullah Khamenei: Jika Iran Ingin Membuat Bom Nuklir, Siapapun Tak Dapat Mencegahnya

Iran akan Produksi Massal Vaksin COVID-19, Lima Negara Sudah Memesan

DISKUSI: