AS Remehkan Pernyataan Ayatullah Khamenei

0
69

Washington, LiputanIslam.com –  Seorang pejabat tinggi AS terkesan meremehkan pernyataan Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei mengenai kemungkinan Iran memperkaya uranium hingga kemurnian 60%.

Pejabat anonim itu, Senin (22/2), mengatakan, “Hal itu meresahkan, tapi Iran belum melaksanakannya, dan Washington sedang menunggu untuk melihat apakah Teheran akan kembali kepada pembicaraan.”

Kamis pekan lalu Washington mengajak Iran dialog dengan AS dan pihak-pihak lain yang meneken perjanjian nuklir tahun 2015 untuk mencari terobosan yang memungkinkan semua pihak kembali mematuhi perjanjian nuklir yang telah dikhianati oleh AS di masa kepresidenan Donald Trump.

Inti perjanjian yang dinamai Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) itu ialah tekenan terhadap Iran agar mengurangi program pengayaan uraniumnya, dan supaya negara republik Islam itu kesulitan mengumpulkan bahan fisil yang dibutuhkan untuk membuat senjata nuklir, dengan imbalan pelonggaran sanksi ekonomi AS dan lain-lain.

Seperti telah diberitakan, Ayatullah Khamenei dalam sebuah pidatonya pada Senin malam menyatakan Iran bisa jadi akan memperkaya uranium hingga 60% jika dirasa perlu. Dia juga memastikan Teheran tidak akan pernah tunduk kepada tekanan Washington, termasuk mengenai aktivitas nuklir Iran.

Sementara itu, televisi resmi Iran melaporkan pernyataan utusan khusus Iran untuk Badan Tenaga Atom Internasional (AEIA) Kazim Gharibabadi bahwa negaranya telah berhenti menerapkan Protokol Tambahan yang mengizinkan pemeriksaan mendadak fasilitas nuklir Iran dan lain-lain oleh tim inspektur IAEA.

“Penerapan Protokol Tambahan dan semua aktivitas pemeriksaan internasional di luar Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT) telah dihentikan,” ujarnya.

Gharibabadi menjelaskan bahwa penghentian itu berlaku per Senin pukul 20.30 GMT, dan dengan demikian “kami tak berkewajiban kecuali menerapkan sistem keamanan”. (mm/raialyoum/alalam)

Baca juga:

Ayatullah Khamenei: Jika Iran Ingin Membuat Bom Nuklir, Siapapun Tak Dapat Mencegahnya

Iran Ungkap Sistem Radar Satu-Satunya di Dunia

 

DISKUSI: