Iran Teropong Semua Pangkalan Militer AS dan Siap Hidup Tanpa Perjanjian Nuklir

0
154

Pasukan IRGC beri peringatkan kapal perang AS di Teluk Persia

Teheran, LiputanIslam.com –  Asisten Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan tidak tertutup kemungkinan buyarnya perjanjian nuklir JCPOA, dan Teheran siap hidup berdampingan tanpanya.

Dalam wawancara dengan televisi pemerintah, Senin (4/1), Araghchi juga memperingatkan bahwa Teheran memantau semua pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di kawasan, siap meladeni setiap serangan, dan sejauh ini belum bertukar pesan dengan tim presiden terpilih AS Joe Biden.

Mengenai apa yang dilakukan Kementerian Pertahanan AS, Pentagon, untuk memperpanjang masa tinggal kapal induk USS Nimitz untuk memberi layanan lagi di perairan Teluk Persia, Araghchi mengatakan, “Teheran memantau semua pangkalan militer Amerika di kawasan, dan angkatan bersenjata Iran berada di puncak kesiapan mereka …  Tanggapan terhadap setiap serangan akan ekstensif dan komprehensif.”

Menurutnya, pergerakan militer AS di kawasan menunjukkan kekhawatiran negara arogan ini terhadap pembalasan Iran pada momen peringatan satu tahun terbunuhnya mantan komandan pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran Letjen Qassem Soleimani pada tanggal 3 Januari.

Sebelumnya, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh menegaskan bahwa pergerakan dan beberapa “tindakan keji” AS di kawasan “tidaklah tersembunyi dari penglihatan” Iran.

“Badan-badan keamanan, intelijen, dan militer Iran memantau sepenuhnya pergerakan yang sepintas terselubung di kawasan dan Irak, dan telah disampaikan pesan-pesan secara transparan kepada Washington dan negara-negara kawasan,” ujarnya.

Dia menambahkan, “Kami melihat peranan anasir dan sekutu Rezim Zionis dalam membangkitkan beberapa ketegangan, terutama di Irak, dan tentu respon kami ialah bahwa kami tidak berupaya di balik ketegangan, namun kami tak ragu sedikitpun dalam membela kemaslahatan nasional dan negeri kami. Kami akan bereaksi dengan sangat tegas.”

Di pihak lain, Penjabat Menteri Pertahanan AS Christopher Miller Senin pagi mengumumkan bahwa kapal induk USS Nimitz, yang semula akan ditarik, akan tetap bertahan di perairan Teluk setelah ada “ancaman” dari pihak Iran.

“Karena ancaman baru-baru ini oleh para pemimpin Iran terhadap Presiden Trump dan pejabat pemerintah AS lainnya, kapal induk Nimitz telah diperintahkan untuk menghentikan pemindahan rutin,” ungkap Miller. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Iran Mulai Perkaya Uranium 20% di Fasilitas Ferdow, Ini Komentar Pedas Netanyahu

Iran Tahan Kapal Tanker Korea Selatan, Sebagian Awaknya WNI

DISKUSI: