Teheran, LiputanIslam.com – Iran menegaskan masih akan berusaha membalas kematian jenderal legenderis Qassem Soleimani, mantan komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), di tangan pasukan AS, dan menepis anggapan bahwa Teheran mencabut sumpah pembalasan dendam ini.
Jubir Kemlu Iran Naser Kana’ani menegaskan, “Rakyat dan pemerintah Iran tak akan pernah melupakan aski pengecut pembunuhan Letjen Soleimani, dan Teheran bertekad untuk menggunakan semua cara yang memungkinkan untuk menyeret para pembunuh ke pengadilan. Balas dendam tak bisa dilupakan,” tegasnya.
Dia menjelaskan bahwa kasus ini tidak akan pernah diselesaikan dengan kompromi dan tidak ada hubungannya dengan perundingan nuklir Iran dengan sejumlah negara terkemuka dunia.
Menurutnya, AS dan Rezim Zionis akan terus dihantui sumpah pembalasan Iran karena keduanya tidak tahu kapan dan di mana mereka diserang.
Jenderal Soleimani dan rekan seperjuangannya dari Irak Abu Mahdi Al-Muhandis, mantan wakil komandan pasukan relawan Irak, gugur di dekat Bandara Internasional Baghdad terkena serangan drone yang diinstruksikan secara langsung oleh Gedung Putih pada Januari 2020. Dalam peristiwa beberapa anggota pasukan relawan Irak lain juga gugur.
Beberapa hari kemudian, IRGC merudal Pangkala Udara Ain Al-Assad yang ditempati oleh pasukan AS di Irak. Pentagon kemudian mengumumkan bahwa sedikitnya 110 tentara AS menderita “cedera otak traumatis” akibat serangan yang oleh Iran disebut sebagai “tamparan pertama” itu.
Iran telah meminta Interpol untuk mengeluarkan red notice untuk semua pelaku dan dalang pembunuhan Letnan Jenderal Soleimani.
Teheran juga telah mengidentifikasi lusinan orang terkait dengan serangan drone tersebut, termasuk mantan Presiden AS Donald Trump, para pejabat Pentagon, dan pasukan AS di kawasan Timteng.
Kementerian Luar Negeri Iran juga telah menyatakan sanksi terhadap beberapa orang, termasuk Trump, mantan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dan mantan Penasihat Keamanan Nasional John Bolton, yang telah memerintahkan melakukan atau bekerjasama dalam pembunuhan Jenderal Soleimani. (mm/fna)
Baca juga: