Iran Tarik Pasukan dari Pangkalan Udara T-4 Suriah, Benarkah?

0
216

Damaskus, LiputanIslam.com –  Beberapa media yang terkait dengan pihak-pihak yang memusuhi Suriah belakangan ini melaporkan bahwa Iran menarik pasukan dari Pangkalan Udara (Lanud) T-4 di Provinsi Homs, Suriah.

Lanud T-4 di pinggiran timur Homs tercatat sebagai salah satu pangkalan militer Suriah yang paling penting, dan terletak di sekitar 50 km timur kota Homs dan sekitar 60 km dari kota Palmyra (Tadmur) di bagian tengah Suriah.

Lokasi geografisnya sedemikian penting dan sangat menunjang operasi pemberantasan terorisme selama periode perang yang melanda negara ini sejak tahun 2011, Lanud T-4 menjadi titik fokus dan pangkalan utama bagi pasukan Suriah dan sekutunya.

Lantas benarkah kabar bahwa Iran menarik atau merelokasi pasukan dari pangkalan yang kerap menjadi target serangan Israel, termasuk dengan bantuan AS, tersebut?

Narasumber yang mengetahui hal itu membantah laporan beberapa media bahwa Lanud T-4 telah ditinggalkan termasuk oleh pasukan Iran.

“Tentara Suriah atau bahkan sekutunya, tak melakukan pengubahan apapun, baik mengenai jumlah pasukan maupun konsentrasinya di lanud ini atau sekitarnya,” ungkap narasumber itu kepada saluran Al-Alam yang berbasis di Iran, Senin (22/11).

Mengenai sebab beredarnya laporan dari media yang memusuhi Suriah tersebut sumber itu mengatakan, “Ini karena Lanud T-4 merupakan tali simpul di penggiran timur Homs dan kawasan Badiah, terutama Tadmur serta merupakan titik pemantau terpenting bagi tentara Suriah dan sekutunya di mana informasi militer bersinggungan. Lanud dan sistem pertahanan udara di sana juga memungkinkan pematauan udara Badiah Suriah hingga kawasan Al-Tanf dan kawasan sekitar Deir Ezzor.”

Sumber anonim itu juga menyebutkan, “Mekanisme koordinasi antara tentara Suriah serta pasukan sekutu Iran dan Rusia di Tadmur menyulit pengubahan atau penarikan pasukan di sana, karena penarikan ini akan menciptakan kevakuman yang dinantikan oleh pasukan AS di pangkalan Al-Tanf dan sel-sel ISIS yang ditempatkan di sekitarnya, yang membantu mereka melancarkan serangan di Badiah Suriah atau timur Homs.”

Narasumber lain, pakar militer Suriah Brigjen Purn. Haitham Hassoun, mengatakan bahwa Lanud T-4 kerap mendapat serangan dari kawanan teroris ISIS pada tahun 2015-2016 agar lanud ini lepas dari peran sentralnya dari penumpasan terorisme, dan Israel juga berulang kali menyerang lanud T-4 dan kawasan sekitarnya.

Karena itu, lanjutnya, laporan ihwal penarikan pasukan Iran dari sana adalah “berita hoax” yang sengaja disebarkan sebagai “pendahuluan perang urat saraf” yang terjadi akibat tekanan dan agresi berulang kali Israel yang menyasar lanud tersebut.

Hassoun memastikan laporan hoax itu merupakan persembahan untuk menunjang mental Israel sekaligus bagian dari upaya AS untuk mendongkrak nyali kawanan teroris yang tersebar di kawasan Badiah Suriah setelah terkena gempuran berulang kali di kawasan yang membentang dari penggiran timur Homs hingga kawasan sekitar Deir Ezzor. (mm/alalam)

Baca juga:

Jelang Perundigan Wina, Iran Pastikan akan Terus Mengembangkan Energi Nuklir

IRGC: Sembilan Kali Kami Menampar AS di Teluk Persia

DISKUSI: