Iran Tanggapi Insiden Ledakan Kapal Tanker di Pelabuhan Jeddah

0
168

Teheran, LiputanIslam.com –   Menanggapi insiden ledakan kapal tanker minyak di pelabuhan Jeddah, Arab Saudi, yang terjadi pada awal pekan ini Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa negara republik Islam ini menentang aksi sabotase terhadap keamanan maritim.

“Republik Islam Iran menolak setiap tindakan sabotase terhadap keselamatan dan keamanan maritim dan kebebasan perdagangan internasional,” ungkap juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, saat ditanya mengenai insiden tersebut, Rabu (16/12).

Dia menekankan kesolidan pendirian Iran dalam upaya menjaga stabilitas dan keamanan kawasan.

Dia lantas mengungungkap harapannya agar negara-negara regional dapat meningkatkan upaya dan memperkuat kerjasama menjamin keamanan maritim, memerangi pembajakan, dan memberantas perdagangan gelap demi mencapai keamanan regional yang permanen.

BW Rhine, sebuah kapal tanker minyak berbendera Singapura (sebelumnya dikabarkan berbendera Saudi – red.), yang membawa produk olahan, diserang oleh sumber eksternal saat bongkar muatan di Jeddah pada dini hari Senin, menurut pernyataan dari perusahaan operator kapal Hafnia, pemilik BW Group.

Tidak ada korban jiwa maupun gangguan terhadap pasokan minyak atau bahan bakar, tapi Arab Saudi menyatakan kapal itu dihantam oleh perahu bermuatan bahan peledak dalam sebuah serangan “teroris”.

Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) mengatakan pihaknya mengetehui adanya ledakan itu dan memperingatkan kapal-kapal di daerah tersebut agar “sangat hati-hati”.

Mesir, UEA, Lebanon, Pakistan, dan Djibouti, serta beberapa pejabat dan institusi Arab lainnya, mengutuk peledakan tersebut. (mm/mehrnews)

Baca juga:

Tanker Minyak Berbendera Saudi Meledak di Pelabuhan Jeddah, Akibat Serangan?

UEA Serang Pasukan Pro-Saudi di Yaman

 

DISKUSI: