Teheran, LiputanIslam.com –  Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Mousavi mengutuk pernyataan Utusan Khusus AS untuk Iran Brian Hook yang berisi ancaman bahwa AS akan membunuh Brigjen Esmail Qaani yang menjadi penerus Mayjen Qassem Soleimani sebagai komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

“Pernyataan pejabat Kementerian Luar Negeri AS ini terhitung sebagai pernyataan resmi dan pelepasan kendali secara terbuka untuk terorisme sistematis pemerintah AS,” ungkap Mousavi, Kamis (23/1/2020).

Dia mengingatkan bahwa Iran mencatat pemerintah AS sebagai rezim kedua setelah  Rezim Zionis Israel yang “telah secara resmi menggunakan fasilitas negara dan angkatan bersenjatanya untuk melakukan aksi teror”.

Mousavi menyebutkan bahwa terorisme yang diandalkan AS justru menunjukkan frustasi Washington dan ketidak berdayaannya melicinkan ambisi-ambisi politiknya di Timteng.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran lantas mengingatkan bahwa aksi teror AS itu cepat atau lambat akan berdampak pada semua orang, dan karena itu dia juga menyerukan kepada masyarakat dunia agar mengutuk praktik kotor AS itu.

Baca: Diminta Jujur, Trump Klaim Tentara AS Yang Terluka Akibat Rudal Iran Tidak Parah

Sebelumnya di hari yang sama, Brian Hook dalam wawancara dengan surat kabar Asharq al-Awsat di Davos, Swiss, bersumbar bahwa AS juga akan menghabisi Esmail Qaani  jika penerus Soleimani ini melanjutkan jalan membunuh orang-orang Amerika.

Hooke mengatakan bahwa jika Esmail Ghaani “mengikuti jalan yang sama untuk membunuh orang Amerika, maka ia akan menemui nasib yang sama”.

Baca: Jenderaal Qaani: AS Membunuh Soleimani Secara Licik, Kami akan Membalas Secara Jantan

Dia menambahkan, “Presiden (AS Donald Trump) telah menjelaskan selama bertahun-tahun bahwa setiap serangan terhadap personel atau kepentingan AS di kawasan akan ditanggapi dengan reaksi tegas.” (mm/alalam/vox)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*