Iran Tambahkan Tiga Nama dalam Daftar Pelaku Pembunuhan Jenderal Soleimani

0
242

Teheran, LiputanIslam.com –  Pengadilan Iran mencantumkan beberapa nama baru ke dalam daftar orang yang diduga terlibat dalam pembunuhan jenderal  legendaris Iran Qassem Soleimani.

Amir-Abdollahian selaku juru bicara panitia haul pertama Soleimani, Ahad (27/12), mengatakan,  “Pengadilan telah meningkatkan upaya untuk menuntut orang-orang yang memerintahkan dan melakukan kejahatan tersebut.”

Dia menambahkan bahwa sejauh ini Pengadilan Iran telah mengirim surat tuntutan kepada enam negara agar menangkap para terduga itu.

Dia juga memastikan bahwa “pembalasan keras” atas pembunuhan Jenderal Solaimani tetap ada dalam agenda negaranya.

Bulan lalu, Pengadilan Iran mengumumkan pihaknya telah membentuk komite untuk melacak dan memburu mereka yang diduga  terlibat dalam pembunuhan tersebut.

Wakil Jaksa Agung Sayid Ashrafi saat itu mengatakan, “Atas perintah Ketua Pengadilan, sebuah panitia ditugaskan untuk mengumpulkan bukti, dan dewan yudisial, yang dipimpin oleh jaksa dan saya, sebagai wakil jaksa dan penyidik yang menangani kasus tersebut, memulai penyidikan dan prosedurnya.”

Pada 3 Januari, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memerintahkan serangan drone yang menewaskan Komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Letjen Qassem Soleimani dan wakil komandan pasukan relawan Irak Al-Hashd Al-Shaabi, Abu Mahdi al-Muhandis.

Pada  8 Januari, IRGC melancarkan serangan rudal ke pangkalan udara Ain al-Assad yang ditempati ribuan pasukan AS di Irak barat, sebagai bagian dari “pembalasan keras” Iran.

Pada bulan Juni Teheran mengumumkan bahwa sebanyak 36 orang telah diidentifikasi terlibat dalam pembunuhan Soleimani.

“36 orang yang bekerjasama, berkolaborasi, dan berpartisipasi dalam pembunuhan Haji Qassem, termasuk otoritas politik dan militer AS serta negara lain, telah diidentifikasi,” ungkap Jaksa Agung Ali Alqasi-Mehr.

Alqasi-Mehr juga menyebut Trump sebagai tokoh kunci berada di urutan teratas dalam daftar itu. Dia juga memastikan bahwa upaya mengejar Trump akan terus dilakukan bahkan setelah masa jabatannya sebagai presiden AS berakhir. (mm/tasnim)

Baca juga:

Makin Tegang, Iran Ancam Serang Kapal Selam Israel Jika Masuk ke Perairan Teluk Persia

Nasrallah: Bin Salman Mengusulkan kepada AS agar Israel Membunuhku

 

DISKUSI: