Nasrallah: Bin Salman Mengusulkan kepada AS agar Israel Membunuhku

0
240

Beirut, LiputanIslam.com –  Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah menyatakan bahwa Putra Mahkota Arab Saudi Mohamed bin Salman (MbS) menginginkan keterbunuhan Nasrallah oleh Rezim Zionis Israel.

“Data kami ialah (menyebutkan) bahwa Putra Mahkota Saudi Mohamed bin Salman dalam kunjungannya ke Washington telah mengusulkan masalah pembunuhan saya… Sudah lama Saudi memotivasi pembunuhan saya, paling tidak sejak perang terhadap Yaman,” ujarnya dalam wawancara dengan saluran Al-Mayadeen yang berbasis di Beirut, Ahad (27/12).

Sekjen Hizbullah mengatakan bahwa para pemimpin kelompok pejuang Libanon yang didukung Iran ini diincar bukan hanya Israel, melainkan juga AS dan Saudi.

“Menyerang para pemimpin Hizbullah adalah tujuan kolektif Israel, Amerika, dan Saudi,” katanya.

Mengenai Presiden AS Donald Trump dia menyebutnya sebagai orang “sinting” yang harus diwaspadai dan tak dapat percaya.

“Apa yang diperbincang orang sejauh ini mengenai apa yang akan dilakukan Trump pada hari-hari terakhir (kepresidenan)-nya masih sebatas analisis… Harus diperlakukan dengan hati-hati dan waspada di sisa waktu kekuasaannya,” ungkap Nasrallah.

Namun dia melanjutkan, “Ketika Anda mendengar kehebohan media berasal dari orang-orang Israel maka ketahuilah bahwa padanya tak tindakan-tindakan nyata.”

Nasrallah menyebut AS, Israel, dan Saudi bermitra dalam pembunuhan jenderal Iran Qassem Soleimani dan tokoh pejuang relawan Irak Abu Mahdi Al-Muhandis pada Januari 2020.

Dia menilai Soleimani sebagai sosok kharismatik, sangat berpengaruh, ahli strategi dan perencanaan, dan pemain lapangan sekaligus taktik sehingga menjadi sasaran serangan AS.  Dia mengaku sangat kehilangan Soleimani karena selama ini merasa satu jiwa dengannya.

Sekjen Hizbullah juga menjelaskan bahwa Soleimani telah mengembangkan hubungan secara pesat dengan semua faksi Palestina, “tak kenal garis merah dalam memberikan dukungan logistik kepada mereka”, dan dialah orang yang berada di balik pengiriman rudal Kornet yang dibeli Suriah dari Rusia kepada Hamas dan Jihad Islam di Gaza.

“Syahid Soleimani dan timnya tak berkekurangan dalam menyerahkan segala yang dapat diserahkan kepada Palestina di semua level,” ungkap Nasrallah.

Mengenai normalisasi hubungan beberapa negara Arab dengan Israel dia mengaku tidak terkejut oleh pengkhianatan dan penelantaran Palestina oleh Arab karena sebagian besar rezim Arab sejak awal memang sudah cenderung menjual Palestina.

Dia lantas menegaskan, “Tak ada alasan bagi siapapun di dunia untuk menelantarkan Palestina.” Dia juga mengaku telah beberapa kali mengadakan pertemuan dengan Ismail Haniyeh ketika pemimpin Hamas ini berkunjung ke Libanon.

Dia juga menyebutkkan bahwa darah Soleimani dan Al-Muhandis tidaklah tumpah sia-sia, termasuk karena Poros Resistensi sejauh ini telah mencetak kemenangan besar atas agenda-agenda besar AS dan Israel di Timteng.

“Tanpa resistensi Irak niscaya Kedubes Amerikalah yang kini mengelola Irak, tanpa Poros Resistensi niscaya ISIS sudah menguasai kawasan,” tegasnya.

Dia juga memastikan bahwa “tanpa melebih-lebihkan” poros ini sekarang jauh labih kuat dari masa-masa sebelumnya, dan tak akan meredup dengan gugurnya Soleimani dan Al-Muhandis.  (mm/railayoum)

Baca juga:

Serangan Udara Israel Sasar Rumah Sakit Anak di Gaza

Suriah Hadapi Serangan Rudal Israel ke Wilayah Hama

DISKUSI: