Iran Tak Terima Kurang dari Pencabutan Sanksi Secara Total, Israel Mengancam

0
412

Teheran, LiputanIslam.com –  Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh menyatakan bahwa fokus delegasi perunding nuklir Iran di Wina, Austria, tak lain adalah pencabutan semua sanksi terhadap negaranya.

“Kami berfokus pada pencabutan sanksi-sanksi, dan tidak akan menerima apapun yang kurang dari ini, dan tak akan pernah berjanji untuk berkomitmen lebih dari apa yang ada dalam perjanjian nuklir,” tegas Khatibzadeh, seperti dikutip IRNA, Selasa (30/11).

“Komitmen-komitmen baru tak punya tempat dalam negosiasi kami,” lanjutnya.

Putaran baru perundingan nuklir Iran dimulai di Wina pada Senin lalu dengan tujuan memulihkan Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) setelah perjanjian nuklir ini terhambat tindakan AS keluar darinya pada tahun 2018. Putaran baru itu dimulai setelah terhenti selama lima bulan akibat pilpres Iran yang dimenangi oleh Sayid Ebrahim Raisi.

Putaran baru itu melibatkan Iran di satu pihak dan kelompok 4+1 (Inggris, Prancis, Rusia dan China plus Jerman) serta utusan Uni Eropa di pihak lain, sedangkan AS mengikutinya secara tidak langsung.

Sementara itu, militer Israel mengaku sedang mempercepat langkah-langkahnya untuk mencegah Iran dari menjadi negara “berambang batas nuklir”.

Juru bicara resmi militer Israel Brigjen Ran Kochav, Selasa, mengatakan, “Kami telah mempercepat kesiapan kami untuk mencegah Iran dari membangun dirinya di arena utara dan mencegahnya dari menjadi negara berambang batas nuklir.”

Dia menambahkan, “Ketika kami mengatakan bahwa kami mempercepat maka apa yang saya maksud ialah langkah-langkah anti Iran.”

Menanggapi putaran baru perundingan nuklir Iran di Wina, dia mengatakan, “Saya tidak memasuki urusan politik, tapi sebagaimana kami katakan sebelumnya, kami siap untuk segala kemungkinan.” (mm/raialyoum)

Baca juga:

Sesi Pembukaan Perundingan Nuklir Berakhir, Ini Kata Ketua Delegasi Iran

Putaran Baru Perundingan Nuklir, Adu Cengkal antara Iran dan Barat

DISKUSI: