Iran Sebut “Virus Trump” Lebih Berbahaya Daripada Covid-19

0
907

Teheran, LiputanIslam.com –  Juru Bicara Kementerian Kesehatan Iran Kianoush Jahanpour memperingatkan bahaya arogansi dan unilateralisme AS bagi dunia sembari menyebut Presiden AS Donald Trump sebagai “virus yang lebih berbahaya daripada virus corona” (COVID-19).

“Kami masih percaya bahwa virus corona tidak lebih berbahaya daripada virus Trump,” kata Jahanpour kepada wartawan dalam sebuah jumpa pers melalui video konferensi di Teheran, Rabu (7/4/2020).

Dia juga menyinggung kerja sama erat Iran dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam perang melawan COVID-19, sembari menekankan bahwa WHO merupakan organisasi non-politis.

Senada dengan ini, Duta Besar Iran untuk Rusia di Moskow Kazzem Jalali sebelumnya di hari yang sama memperingatkan bahaya “terorisme medis dan unilateralisme” AS bagi kehidupan umat manusia.

“Di tengah kondisinya yang terus mewabah virus corona telah menghadapkan dunia pada bahaya resesi yang lebih buruk daripada krisis ekonomi 2008. Kebersikerasan AS untuk melanjutkan kebijakan sepihak berbasis  pengenaan sanksi ekonomi bersamaan dengan terorisme medis terhadap Republik Islam Iran dan negara-negara lain yang dikenai sanksi telah membuat masyarakat dunia menghadapi krisis serius lain yang berjudul bencana kemanusiaan, ”tulis Jalali di halaman Twitter-nya dalam bahasa Rusia, Rabu.

Baca: Hampir Separuh Dari Total Jumlah Pasien COVID-19 di Iran Sembuh

Dia juga menyinggung penentangan AS terhadap usulan Rusia belum lama ini dalam pertemuan Majelis Umum PBB untuk menghapus sanksi terhadap semua negara yang berperang melawan COVID-19. Menurutnya, penentangan ini merupakan satu contoh nyata kebijakan unilateral dan tidak realistis para pembuat kebijakan AS.

Baca: Tetap Dikenai Sanksi “Anti-Kemanusiaan” AS, Iran Pacu Produksi Dalam Negeri untuk Lawan COVID-19

Selasa lalu Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menolak meminta bantuan AS kepada Iran di tengah wabah COVID-19, sembari mengingatkan bahwa jika Trump memang beriktikad baik maka cukuplah dia membuktikannya dengan hanya mencabut sanksi kejamnya terhadap Iran. (mm/fna)

DISKUSI: