AS Sebut Iran Tambahkan Tuntutan Baru dalam Perundingan Nuklir

0
172

Washington, LiputanIslam.com  Utusan Khusus AS untuk Iran Robert Malley menyatakan bahwa Teheran menambahkan tuntutan yang dia nilai tak relevan dengan diskusi tentang program nuklir Iran dalam pembicaraan terakhir dan telah membuat kemajuan yang mengkhawatirkan dalam pengayaan uranium.

Malley mengatakan bahwa ada proposal di atas meja pada luang waktu di mana Iran dapat kembali mematuhi kesepakatan nuklir dan Washington dapat mengurangi sanksi terhadap Teheran.

Pembicaraan tidak langsung aTeheran- Washington untuk pemulihan kesepakatan nuklir Iran 2015 berakhir di Doha, Qatar, pekan lalu tanpa kemajuan yang diharapkan. Malley menyatakan bahwa perunding Iran menambahkan tuntutan baru.

“Mereka, termasuk di Doha, menambahkan tuntutan bahwa saya pikir siapa pun yang melihat ini akan dianggap tidak ada hubungannya dengan kesepakatan nuklir, hal-hal yang mereka inginkan di masa lalu,” katanya dalam sebuah wawancara dengan National Public Radio, Selasa (5/7).

Di pihak lain, setelah berbicara dengan diplomat terkemuka Uni Eropa Josep Borrell, Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian di Twitter menyatakan, “Perjanjian hanya mungkin berdasarkan saling pengertian dan kepentingan. Kami tetap siap untuk merundingkan perjanjian yang kuat dan tahan lama. AS harus memutuskan apakah menginginkan kesepakatan atau bersikeras untuk tetap pada tuntutan sepihaknya.” (mm/voa)

Baca juga:

Kapal Tanker Minyak Ketiga Iran Tiba di Suriah

[Video:] Iran Diterjang Heboh Dua Kabar Miring, Termasuk Ihwal Jenderal Soleimani, Ini Faktanya

DISKUSI: