AS Terapkan Sanksi Baru terhadap Iran di Tengah Upaya Pemulihan Perjanjian Nuklir

0
164

Doha, LiputanIslam.com   Amerika Serikat (AS), Rabu (6/7), mengumumkan sanksi- sanksi baru terhadap Iran di tengah berlanjutnya upaya diplomatik untuk memulihkan kesepakatan nuklir tahun 2015 Iran dengan sejumlah negara terkemuka dunia.

Dilaporkan bahwa sanksi-sanksi baru itu menyasar “jaringan individu dan entitas internasional” yang menurut Departemen Keuangan AS memfasilitasi penjualan produk minyak dan petrokimia Iran yang dikenai sanksi AS ke Asia Timur.

Sanksi itu diumumkan beberapa hari setelah diplomat Amerika dan Iran mengadakan putaran pembicaraan tidak langsung di Qatar untuk pemulihan Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), perjanjian multilateral yang mengatur Iran agar mengurangi program nuklirnya dengan imbalan pencabutan sanksi terhadap ekonominya.

“Sementara AS berkomitmen untuk mencapai kesepakatan dengan Iran yang mencari pengembalian timbal balik untuk mematuhi JCPOA, kami akan terus menggunakan semua otoritas kami untuk menegakkan sanksi atas penjualan minyak bumi dan petrokimia Iran,” ungkap Brian Nelson, Wakil Menteri Keuangan untuk Terorisme dan Intelijen Keuangan AS.

Beberapa tindakan dikenakan pada sejumlah individu dan perusahaan yang berbasis di Iran, Uni Emirat Arab dan Hong Kong yang dituduh AS membantu dengan “pengiriman dan penjualan produk minyak dan petrokimia Iran senilai ratusan juta dolar dari perusahaan Iran ke Asia Timur”.

Sanksi tersebut akan membekukan aset perusahaan-perusahaan tersebut di AS, memutuskan mereka dari sistem keuangan AS dan melarang orang Amerika melakukan bisnis dengan mereka.

Departemen Luar Negeri AS juga mengeluarkan sanksi terkait Iran pada Rabu terhadap entitas yang berbasis di Iran, Vietnam, dan Singapura. (mm/aljazeera)

Baca juga:

Iran Ringkus Sejumlah Warga Negara Asing, Termasuk Diplomat Inggris, atas Dugaan Spionase

AS Sebut Iran Tambahkan Tuntutan Baru dalam Perundingan Nuklir

DISKUSI: