Iran Sebut Ribuan Hulu Ledak Nuklir Ancam Kehidupan di Muka Bumi

0
59

NewYork, LiputanIslam.com –  Wakil Tetap Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Majid Takht Ravanchi menyerukan pelucutan senjata nuklir sembari memperingatkan bahaya besar keberadaan lebih dari 14.000 hulu ledak nuklit bagi kehidupan di planet Bumi.

Seruan itu dinyatakan Ravanchi  pada Sesi ke-75  Komite Perlucutan Senjata dan Keamanan Internasional Majelis Umum PBB, Rabu (14/10/2020).

Dia menyinggung konflik yang sedang berlangsung dan beberapa bahaya saat ini seperti penggunaan atau ancaman kekerasan, meningkatnya biaya dan maraknya perlombaan senjata

“Kembalinya mentalitas era Perang Dingin bersama dengan ancaman kontinyu yang ditimbulkan oleh senjata pemusnah massal dan munculnya ancaman baru di bidang kecerdasan buatan, dunia maya, dan luar angkasa telah memperburuk situasi keamanan di dunia secara ekstrem,” ungkapnya.

“Selain itu, kondisi untuk dialog antarkekuatan besar juga menghilang,” lanjutnya.

Dia menyebutkan adanya hambatan pelucutan senjata nuklir, perlombaan untuk modernisasi persenjataan nuklir, dan minimnya kehendak politik bagi para pemiliknya untuk meninggalkan opsi senjata nuklir

“Lebih dari 14.000 senjata nuklir dan biaya tahunan US$ 100 miliar serta kemungkinan penggunaannya adalah bahaya yang mengancam umat manusia dan planet ini,” ujar Ravanchi.

Dia menambahkan, “Sayangnya, 50 tahun setelah implementasi Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT), implementasi penuh kewajibannya, terutama perlucutan senjata nuklir, belum terlaksana dan tentunya kredibilitas NPT tergantung pada penguatan implementasi kewajiban tersebut pada konferensi tinjauan di masa mendatang,”tegasnya.

Takht Ravanchi menyebut Amerika Serikat (AS) dan rezim Zionis sebagai penghalang utama pelucutan senjata nuklir di dunia dan kawasan.

Dia menjelaskan bahwa AS merupakan negara pemilik senjata nuklir terbesar di dunia, yang pada tahun 2019 saja telah  menghabiskan US$ 36 miliar untuk persenjataan nuklirnya dan untuk produksi model senjata nuklir terbaru. (mm/amn)

Baca juga:

IRGC Sebut AS dan Israel Memperuncing Konflik antara Azerbaijan dan Armenia

Iran Nyatakan Tak akan Maafkan Kerjasama Eropa dengan Sanksi AS

DISKUSI: