IRGC Sebut AS dan Israel Memperuncing Konflik antara Azerbaijan dan Armenia

0
160

Teheran, LiputanIslam.com –  Pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam menuding Amerika Serikat (AS) dan Rezim Zionis Israel memperuncing konflik antara Azerbaijan dan Armenia.

“Eskalasi konflik antara Republik Azerbaijan dan Armenia atas masalah Karabakh merupakan hasutan baru Amerika-Zionis di wilayah tersebut,” ungkap IRGC, Selasa (13/10/2020).

Wakil Komandan Asyura IRGC, Brigjen Asghar Abbas Quli Zadeh, mengatakan, “Tujuan musuh sejak awal sampai sekarang adalah untuk melawan Islam. Musuh menggunakan berbagai trik untuk menghadapi pemerintahan berbasis kerakyatan (Iran) ini.”

Dia menambahkan, “Musuh-musuh Islam dan revolusi (Iran) tak ragu barang sejenak untuk menyerang Republik Islam… Tujuan utama musuh saat ini adalah untuk menabur perpecahan di kawasan sekitar.”

Quli Zadeh menegaskan, “Kebijakan Iran dalam hal ini adalah mengutuk pendudukan, dan tujuan Republik Islam adalah menyelesaikan konflik di wilayah ini secara damai.”

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menyambut baik gencatan senjata di wilayah Nagorno Karabakh antara Azerbaijan dan Armenia, yang berlaku sejak Sabtu pagi lalu.

“Kami mendesak para tetangga kami (Azerbaijan dan Armenia) untuk terlibat dalam dialog obyektif atas dasar penghormatan terhadap hukum internasional dan integritas teritorial,”ungkap Zairf.

Dia menekankan bahwa Iran menghargai upaya konstruktif Rusia yang mengarah pada gencatan senjata di Karabakh.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov Sabtu lalu mengumumkan, “Kesepakatan gencatan senjata telah dicapai antara Armenia dan Azerbaijan, mulai dari tengah malam pada 10 Oktober, dengan tujuan untuk pertukaran tahanan dan mayat antara kedua pihak yang berkonflik.” (mm/amn)

Baca juga:

IRGC: Sekutu Iran di Dunia Siap Beraksi Jika Terjadi Perang

[Video]: Militan Suriah Bertempur dan Pamerkan Korban Tewas Pasukan Armenia

DISKUSI: