Iran Nyatakan Tak akan Maafkan Kerjasama Eropa dengan Sanksi AS

0
115

Teheran, LiputanIslam.com –  Wakil Kepala Kehakiman Republik Islam Iran Ali Baqeri menegaskan negaranya tidak akan pernah melupakan dan memaafkan beberapa negara Eropa yang bekerjasama dengan AS dalam penerapan sanksi keras terhadap Iran yang bahkan menghambat impor obat-obatan.

Dalam pertemuan dengan Duta Besar Austria untuk Iran Stefan Scholz, Rabu (14/10/2020), Baqeri yang juga ketua Dewan Tinggi Hak Asasi Manusia (HAM) Iran itu menegaskan, “Negara-negara yang telah memberlakukan sanksi paling keras terhadap seluruh rakyat Iran dan telah menimbulkan ancaman serius terhadap hak hidup dan kesehatan mereka, yang merupakan salah satu hak dasar setiap manusia, tak dapat mengklaim sebagai pendukung HAM.”

Dia menambahkan, “Sungguh mengejutkan bagaimana negara-negara itu, yang menikmati pengenaan sanksi terhadap bangsa Iran dan meningkatkan tekanan sanksi setiap hari dan bahkan tidak menunjukkan belas kasihan kepada anak-anak sakit yang tidak bersalah, berbicara tentang HAM terhadap bangsa Iran.”

Baqeri menekankan bahwa bangsa Iran telah melewati banyak hari yang sulit dan akan keluar sebagai pemenang, “tapi tidak akan memaafkan atau melupakan tindakan tidak manusiawi negara-negara tertentu Eropa.”

Kantor Pengendalian Aset Luar Negeri Departemen Keuangan AS memberlakukan sanksi terhadap 18 bank dan lembaga keuangan Iran sebagai upaya untuk memaksa bangsa Iran bertekuk lutut kepada negara arogan tersebut.

Pemerintahan Trump memutuskan untuk menjatuhkan sanksi baru pada sektor keuangan Iran meski ditentang oleh sekutunya sendiri di Eropa, yang memperingatkan bahwa tindakan tersebut dapat berdampak buruk pada kemanusiaan di Iran. (mm/fna)

Baca juga:

Menlu Iran Sebut Pemblokiran AS atas Suplai Medis “Kejahatan terhadap Kemanusiaan”

PM Palestina: Bencana Jika Trump Terpilih Lagi

DISKUSI: