Iran Sebut Perundingan Nuklir di Wina Berjalan di Jalur yang Benar

0
346

Teheran, LiputanIslam.com –   Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh menyatakan bahwa perundingan nuklir negara ini dengan sejumlah negara terkemuka dunia di Wina, Swiss, berjalan di “jalur yang benar”, namun  tak ada pembicaraan langsung maupun tak langsung antara Iran dan AS.

“Di Wina, kami tidak melakukan pembicaraan langsung atau tidak langsung dengan AS. Pemerintah AS lebih mengetahui dengan baik daripada siapa pun bahwa Iran telah mengadopsi semua langkah (perbaikan) dalam kerangka parameter kesepakatan nuklir dan akan menghentikannya ketika AS mencabut semua sanksi dan kamipun dapat memverifikasinya, “ujar Khatibzadeh kepada wartawan dalam konferensi pers di Teheran, Senin (19/4).

Ditanya mengenai  pengayaan uranium 60% yang mulai dilakukan Iran, dia mengatakan bahwa tindakan ini diambil sebagai tanggapan atas terjadinya sabotase di instalasi nuklir Natanz, yang disebut Teheran sebagai aksi “teror nuklir” Israel.

Khatibzadeh menilai perundingan di Wina sejauh ini berjalan di jalur yang benar.

“Kami berada di jalur yang benar dan kemajuan telah dicapai, tapi ini tidak seperti kami telah mencapai tahap akhir. Kami mencoba menyajikan teks kami dan meminta pihak lain untuk segera mempelajari teks dan contoh umum. Semakin cepat ini terjadi semakin baik kita dapat memikirkan hasilnya. Terlalu dini untuk memikirkannya. Kami sekarang ada di tahap di mana diskusi mengenai masalah yang sulit perlu dilakukan. ”

Sehari sebelumnya, Wakil Tetap dan Utusan Iran untuk Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) yang berbasis di Wina, Kazzem Qaribabadi, mengatakan bahwa pembicaraan yang sedang berlangsung antara Teheran dan Kelompok 4 + 1 (Rusia, Inggris, Prancis dan China plus Jerman) di Wina bertujuan membuka jalan bagi penghapusan sanksi AS terhadap Iran.

“Apa yang diupayakan dan dibahas di Wina adalah untuk membuat gambaran yang jelas tentang pencabutan sanksi,” kata Qaribabadi.

Sementara itu, badan-badan intelijen Israel menduga kuat bahwa perundingan di Wina itu akan menjurus pada kembalinya AS kepada perjanjian nuklir Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA).

Laman Axious dalam laporannya tentang ini menyebutkan bahwa para petinggi dinas rahasia Israel Mossad dan badan intelijen lain negara Zionis penjajah Palestina ini dalam sebuah rapat yang dihadiri kabinet kemanan Israel telah menyampaikan pemberitahuan kepada kabinet bahwa perundingan Wina akan menjurus pada kembalinya AS kepada perjanjian tentang nuklir Iran yang diteken pada tahun 2015 tersebut. (mm/fna/mna)

Baca juga:

Pejabat Iran: Masih Ada Opsi Lain Di Luar Pengayaan Uranium 60%

[Video] Iran Pamerkan Dua Sistem Pertahanan Udara Baru

DISKUSI: