Iran Sebut Pemerintah AS Tak Becus Hadapi Wabah Covid-19

0
141

Teheran, LiputanIslam.com –  Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan prihatin atas “ketidakmampuan” pemerintahan Presiden AS Donald Trump dalam upaya penanggulangan pandemi Covid-19, sehingga menyulitkan dan membahayakan kehidupan para perawat dan staf medis lain di sana.

“Hari ini adalah Hari Perawat. Di tengah Covid-19, kita semua berhutang budi atas pengorbanan pahlawan perawat di Iran dan di seluruh dunia dalam mempertaruhkan nyawa mereka untuk menyelamatkan kita, ” tulis Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Seyed Abbas Mousavi di halaman Twitter-nya, Selasa (12/5/2020).

“Ketidakmampuan pemerintahan Trump telah menjatuhkan beban yang tak tertahankan pada perawat garis depan, dengan peralatan yang tidak memadai,” lanjutnya.

Kurangnya peralatan pelindung diri (APD) untuk para staf telah menjadi krisis di AS dalam pandemi tanpa respons yang terpadu dari pemerintah federal. Di saat rumah sakit kecil dan umum di senatero negara ini berjuang untuk mendapatkan masker dan APD untuk staf mereka, anggota dewan miliarder dari pusat medis besar meminta bantuan, dan negara-negara bagianpun bergantung pada dermawan kaya untuk menutup celah.

Baca: Iran Luncurkan 21 Produk Baru Anti-Covid-19

Sebelumnya, Donald Trump menyatakan kepada negara-negara bagian bahwa mereka harus menangani urusan masing-masing, sementara pemerintah federal hanya berperan sebagai “pendukung”.

Korban meninggal akibat infeksi Covid-19 di AS terus membengkak dan mencapai 81.795 kematian di antara lebih dari 1.385.000 kasus. Dengan angka itu AS terus menduduki peringkat teratas dari dalam jumlah kasus dan kematian akibat virus ini di tingkat global.

Baca: Ayatullah Khamenei: Peradaban Barat Gagal dalam Perang Melawan Pandemi Covid-19

Tak Ada Perundingan Iran-AS

Sementara itu, sembari menyebut Washington sebagai pihak negosiasi yang tidak dapat dipercaya, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menyatakan tak ada pembicaraan yang sedang berlangsung antara kedua negara.

“Tidak ada negosiasi yang sedang berlangsung, dan Amerika sudah memperlihatkan bahwa negosiasi mereka dan hasil negosiasi mereka tidaklah dapat dipercaya,” tutur Zarif, Selasa (12/5/2020).

Mengacu pada pelanggaran Washington terhadap beberapa upaya internasional, Zarif melanjutkan, “Hampir seluruh dunia telah berkesimpulan bahwa Amerika mengabaikan perjanjian apa pun kapan saja dan karena itu, pemerintah AS sekarang AS harus memperbaiki perilakunya daripada mencoba membuat alasan.” (mm/fna/presstv)

DISKUSI: