Iran Sebut Israel Hanya Mengerti Bahasa Kekerasan

0
123

Teheran, LiputanIslam.com  Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian menegaskan lagi dukungan negaranya kepada perjuangan Palestina, dan menyebut Rezim Zionis Israel hanya mengerti bahasa kekerasan.

“Kami dengan bangga dan lantang mengumumkan bahwa pengalaman revolusi Islam, Republik Islam, dan resistensi telah membuktikan bahwa tidak ada apa pun selain bahasa kekuatan dan perlawanan yang efektif dalam menghadapi ambisi apartheid rezim palsu Zionis,” ujarnya dalam sebuah pidato pada sebuah acara tentang HAM dan harkat kemanusiaan,  Selasa (2/8).

Dia menekan lagi seruan Teheran untuk pengadaan referendum warga Palestina, termasuk Muslim, Kristen, dan Yahudi pribumi,  di bawah pengawasan PBB sebagai solusi politik demokratis untuk konflik Palestina-Israel.

“Tentu saja, Zionis tidak dan tidak akan mendukung gagasan ini. Apa yang dipahami Zionis adalah bahasa kekuatan dan perlawanan,” lanjutnya.

Menyinggung kasus pembunuhan jurnalis Palestina Shireen Abu Akleh, yang juga dikenang dalam acara tersebut, Amir-Abdollahian menyebutkan bahwa kasus itu merupakan contoh nyata “penggunaan alat terorisme” untuk membenarkan penjualan senjata AS.

Menteri Luar Negeri Iran juga menyebut Barat mencoba memaksakan “nilai-nilai palsu” di negara-negara lain, sementara Barat sendiri, termasuk AS, “tidak menghormati HAM”.

Israel dalam beberapa pekan terakhir meningkatkan serangannya di berbagai kota Palestina di wilayah pendudukan Tepi Barat, mengakibatkan puluhan warga Palestina gugur dan ratusan orang ditangkap. Sejak awal tahun ini sedikitnya 60 warga Palestina, yang sepertiga di antaranya berasal dari Jenin, dibunuh oleh tentara Israel.

Pada pertengahan Mei, pasukan Israel menembak mati Abu Akleh, 51 tahun, ketika dia sedang meliput serangan pasukan Zionis di Jenin. Seruan untuk penyelidikan penuh, independen dan transparan atas pembunuhan jurnalis Al-Jazeera ini meningkat dan para pemimpin dunia pun turut menuntut pertanggungjawaban dari pelakunya.  (mm/fna)

Baca juga:

Iran Operasikan Ratusan Mesin Sentrifugal Baru

Iran Cokok Pemimpin dan Anggota Jaringan Spionase Mossad

DISKUSI: