Iran Resmi Bantah Adanya Serangan Cyber dalam Beberapa Insiden Ledakan dan Kebakaran

0
50

Jubir Kemenlu Iran, Abbas Mousavi. Sumber: Presstv

Teheran, LiputanIslam.com –  Iran secara resmi membantah klaim ataupun spekulasi bahwa sejumlah insiden ledakan dan kebakaran di Iran belakangan ini terjadi akibat serangan cyber.

Bantahan itu dinyatakan oleh  juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Seyed Abbas Mousavi sembari menegaskan bahwa negara republik Islam ini berhak membela diri dan membalas seandainya memang menjadi sasaran serangan cyber.

Kepada wartawan di Teheran, Kamis (23/7/2020), Mousavi memastikan insiden-insiden tersebut tak ada kaitannya dengan serangan cyber seperti yang diklaim ataupu diduga oleh berbagai pihak.

“Ribuan serangan cyber dilakukan terhadap infrastruktur negara ini setiap hari, sehingga bukanlah hal baru; banyak di antaranya terhalau tanpa dampak apapun oleh sistem pertahanan dan komputer canggih serta tim tanggap bencana komputer kami,” terang Mousavi.

“Dalam beberapa bulan terakhir, beberapa serangan cyber yang lebih luas telah terjadi pada infrastruktur negara ini, yang menurut analisa teknis dapat dikatakan telah didukung atau dilakukan oleh beberapa pemerintah,” tambahnya.

Menurut Mousavi, penyerang gagal mencapai tujuan utama serangannya, sementara para ahli Iran yang telah melakukan survei teknis dan elektronik forensik telah mendeteksi negara-negara luar serta berbagai kelompok yang berada di balik serangan.

Mousavi juga menyebutkan bahwa kejahatan dan pelanggaran hukum internasional, yang sebagian besar dilakukan oleh pemerintah AS, merupakan masalah yang menjadi perhatian global sehingga masyarakat internasional harus menanggapinya dengan tepat.

Ketika diitanya ihwal pemberitaan bahwa perintah AS meluncurkan serangan cyber terhadap Iran dan beberapa negara lain, Mousavi mengatakan, “Kebakaran belakangan ini tidak ada hubungannya dengan serangan siber. Mengenai perintah Presiden AS Trump, sangatlah wajar untuk mengatakan bahwa mulai sekarang pemerintah AS akan menjadi tersangka utama dari setiap serangan cyber yang dilakukan terhadap Iran, kecuali jika terbukti sebaliknya.”

Mousavi menegaskan kembali bahwa Iran memiliki hak yang sah untuk membalas secara tepat waktu, dan bahwa Iran dapat menggunakan segala cara, baik di dunia maya ataupun dengan senjata lain, untuk melawan dan membalas serangan cyber. (mm/fna)

Baca juga:

Mantan Dirjen MOSSAD: Israel Tak Mampu Cegah Iran Menjadi Negara Nuklir

Dikunjungi PM Irak, Ayatullah Khamenei Pastikan Iran akan Balas Darah Jenderal Soleimani

DISKUSI: