Tanggapi Macron, Iran: Barat Harus Tahu Siapa yang Usir ISIS dari Mosul

0
456

Teheran,LiputanIslam.com-Dalam kunjungan ke Irak untuk menghadiri Konferensi Baghdad, Presiden Prancis Emmanuel Macron merilis statemen kontroversial. Ia berkata, hari ini bukan hanya ISIS yang mengancam keamanan Irak, tapi juga oleh para milisi Syiah.”

Jubir Kemenlu Iran, Saeed Khatibzadeh pun merespons tegas statemen Macron ini. Ia berkata,” Saya meminta agar teks wawancara Macron dibawakan kepada saya. Saya berharap tidak ada omongan seperti ini. Namun berdasarkan pertanyaan yang diajukan, saya benar-benar prihatin atas statemen ceroboh Presiden Prancis, yang menganggap keamanan Irak diancam oleh tetangga-tetangganya.”

Statemen Macron ini, kata Khatibzadeh, membuktikan bahwa Prancis tidak memahami realita yang sebenarnya. Ia menegaskan, tamasya nyaman yang dilakukan Macron di jalanan Mosul adalah berkat pengorbanan para pejuang Syiah, seperti Qassem Soleimani dan Abu Mahdi al-Muhandis.

“Hal terburuk adalah mengambil keuntungan politis demi mewujudkan kepentingan negara-negara tertentu. Penduduk Mosul harus ditanya sekali lagi, bagaimana ISIS diusir dari kawasan itu,” tandas Khatibzadeh.

Dalam kunjungan ke Mosul, Macron juga disudutkan oleh sebuah pertanyaan tajam Kepala Gereja Ortodoks Mosul dan Kurdistan Irak, Pendeta Nicodimus Daud Matta. Ia bertanya, kenapa saat ISIS menyerang Mosul di siang bolong dan menelantarkan warganya, tak ada satu pun dari negara-negara besar dunia yang datang dan melawan ISIS?

“Apakah masuk akal bahwa tidak ada yang melihat mereka, atau bahwa negara-negara besar tak sanggup menghentikan mereka?” tanya Pendeta Nicodimus. (af/alalam)

Baca Juga:

Pangkalan Militer AS Mendapat Serangan Roket dari Arah Irak, Kuwait Membantah

Ini Pihak yang Didukung Iran di Afghanistan

DISKUSI: