Iran Perkaya Uranium dengan Jumlah yang Tak Dapat Dilakukan Kecuali oleh Pemilik Senjata Nuklir

0
271

Teheran, LiputanIslam.com –  Republik Islam Iran mengaku memperkaya uranium dengan jumlah yang tak dapat dilakukan kecuali oleh negara-negara pemilik senjata nuklir.

Jubir Badan Tenaga Atom Iran Behruz Kamalvandi menyatakan bahwa cadangan uranium negaranya yang diperkaya dengan kemurnian 60% mencapai sekira 25 kilogram, sementara cadangan uraniumnya yang diperkaya 20% melebihi 210 kilogram.

“Sejauh ini kami telah memroduksi 25 kilogram uranium yang diperkaya 60%,” ungkap Kamalvandi dalam jumpa pers Kamis (4/11).

Dia menambahkan, “Kecuali negara-negara pemilik senjata nuklir, tak ada satupun negara mampu memperkaya uraniaum sebanyak ini,”

Pada Juni lalu Iran memroduksi 6.5 kilogram uranium yang diperkaya 60%.

Iran dan Uni Eropa Kamis lalu mengumumkan jadwal dimulainya perundingan nuklir Wina pada 29 November 2021. Juru bicara Kementerian Luar Negeri AS Ned Price mengatakan, “Kami menyambut baik pengumuman ini.”

Namun demikian, Menteri Luar Negeri Hossein Amir Abdollahian di Twitter mengecam pemerintah AS dengan menyatakan bahwa “mereka merasa berkesiapan untuk kembali kepada perjanjian nuklir tapi di saat yang sama masih melanjutkan penerapan sanksi-sanksi baru terhadap para personal dan entitas Iran.”

Putaran keenam perundingan di Wina, Swiss, untuk pemulihan perjanjian nuklir Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) berakhir pada 20 Juni lalu, dan sejak itu tertunda akibat pergantian presiden Iran dari Hassan Rouhani dan Sayid Ebrahim Raisi.

Untuk pemulihan JCPOA, Iran mengharuskan AS  kembali ke perjanjian nuklir dan mencabut sanksi yang dijatuhkan oleh AS di masa pemerintahan Donald Trump.

Pada tahun 2018 AS menarik diri dari JCPOA yang diteken Iran bersama sejumlah negara terkemuka dunia (Rusia, Inggris, Cina, Amerika Serikat, Prancis, dan Jerman) pada tahun 2015. Perjanjian ini bertujuan mencegah Teheran mengembangkan senjata nuklir sehingga tidak mengizinkan Teheran memperkaya uranium lebih dari 3,67 persen.

Uranium yang diperkaya hingga lebih dari 90 persen dapat digunakan untuk membuat senjata nuklir, tapi Iran berulang kali menegaskan bahwa program nuklirnya hanya untuk tujuan damai. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Soal Nuklir, Presiden Iran: Kami Pantang Mundur

Iran Tetapkan Tanggal Kelanjutan Perundingan Nuklir di Wina

DISKUSI: