Iran Nyatakan Paus Fransiskus Dapat Berkunjung ke Irak Berkat Pengorbanan Jenderal Soleimani

0
150

Teheran, LiputanIslam.com –  Menanggapi kunjungan Pemimpin Katolik sedunia Sri Paus Fransiskus untuk pertama kalinya ke Irak, seorang pejabat parlemen Iran, Majelis Syura Islam, menyatakan bahwa kunjungan itu adalah berkat perjuangan dan pengorbanan jenderal tersohor dan legendaris Iran Qasem Soleimani serta rekan seperjungannya dari Irak, Abu Mahdi Al-Muhandis.

Asisten Khusus Ketua Majelis Syura Islam untuk Urusan Internasional, Hossein Amir-Abdollahian, menyebutkan bahwa seandainya bukan karena pengorbanan yang dilakukan oleh Jenderal Soleimani dan Al-Muhandis, Paus sekarang tidak dapat menjejakkan kakinya di Irak.

“Saat tiba di Baghdad, Paus Francis tak dapat sedemikian aman dan yakin tanpa pengorbanan Al-Muhandis, Martir Jenderal Soleimani & kontra-teror,” ungkap Amir-Abdollahian di Twitter tak lama setelah Paus Katolik tiba di Baghdad, ibukota Irak, dalam kunjungan kepausannya pada jumat Jumat sore waktu setempat (5/3).

Selain merupakan kunjungan pertama Paus Fransiskus ke Irak,  kedatangannya ke Negeri 1001 Malam itu juga tercata sebagai kunjungan luar negeri pertamanya dalam 15 bulan terakhir. Pria berusia 84 tahun itu datang ke Irak dalam rangka melestarikan komunitas Kristen kuno Irak dan mendukung kepulangan para pengungsi Kristen yang terusir oleh teroris ISIS ketika kawanan kejam dan brutal ini sempat menguasai banyak wilayah di Irak.

Komandan Pasukan Qods Korps Pengawal Revolusi Islam, Jenderal Qassem Soleimani, adalah tokoh yang sangat berjasa dalam pembebasan berbagai wilayah Irak dan Suriah dari pendudukan kelompok-kelompok teroris, termasuk ISIS. Namun dia gugur bersama dengan wakil komandan pasukan relawan Irak Hashd al-Shabi, Abu Mahdi- al-Muhandis, akibat serangan pesawat nirawak pasukan AS di dekat bandara Baghdad di Irak pada Januari 2020 .

Menanggapi peristiwa itu, Iran mengkampanyekan pengusiran pasukan AS dari Irak, selain membalas dengan melesatkan belasan rudalnya yang meluluh lantakkan pangkalan udara Ain Asad yang ditempati oleh ribuan pasukan AS di provinsi al-Anbar, Irak barat.

Selanjutnya, parlemen Irak menyetujui RUU untuk mengusir pasukan asing dari Irak, namun hingga sekarang belum dapat implementasikan oleh pemerintah Irak, sementara serangan-serangan roket dari berbagai kelompok Irak juga kerap menerjang pangkalan-pengkalan ataupun konvoi militer AS. (mm/mna)

Baca juga:

Pertama Berkunjung ke Irak, Paus Fransiskus Serukan Penghentian Kekerasan

Kataib Sayyid al-Syuhada: Kami Bukan Pelaku Serangan ke Ayn al-Asad

DISKUSI: