Iran Mengaku Mulai Mengadakan Pembicaraan Baru dengan Saudi mengenai Yaman

0
191

Teheran, LiputanIslam.com –   Menlu Iran Hossein Amir Abdollahian menyatakan pihaknya telah memulai pembicaraan baru dengan Arab Saudi mengenai Yaman, dan menilai pembicaraan itu berlangsung dalam proses yang baik.

Dikutip IRNA, Senin (11/10), dalam wawancara dengan saluran CNBC yang berbasis di AS Abdollahian mengatakan bahwa Iran selalu memandang krisis Yaman hanya bisa diselesaikan melalui jalur politik.

Menurutnya, Iran sejak awal sudah menyatakan bahwa solusi militer untuk Yaman tak dapat diterima, dan karena itu Iran mengajukan rencana penyelesaian melalui kanal politik.

Abdollahian juga mengatakan negaranya selalu menyambut baik dialog regional, termasuk dengan Arab Saudi.

“Kami telah memulai pembicaraan baru dengan Saudi, dan saya kira pembicaraan ini berjalan di jalur yang baik,” lanjutnya.

Yaman dilanda perang sejak sekira tujuh tahun silam, yang menyebabkan lebih dari 233,000 orang tewas, dan 80% penduduknya yang berjumlah sekira 30 juta orang bergantung pada bantuan di tengah kondisi kemanusiaan yang terburuk di dunia, menurut laporan PBB.

Perang itu berbias konflik regional karena sejak Maret 2015 pasukan koalisi yang dipimpin Arab Saudi melancarkan invasi militer untuk membela pemerintahan presiden pelarian Abd Rabbuh Mansour Hadi dalam perang melawan Ansarullah, pihak yang didukung Iran dan menguasai beberapa provinsi dan Ibu Kota Sanaa.

Mengenai perundingan nuklir Iran dengan sejumlah negara besar dunia di Wina, Abdollahian mengatakan, “Kami sekarang sedang meninjau putaran-putaran perundingan sebelumnya, terutama yang terbaru di Wina, dan saya kira kami akan kembali berunding dalam waktu dekat ini.”

Namun demikian, dia meragukan iktikad AS untuk kembali kepada perjanjian nuklir yang telah dikhianatinya di masa kepresidenan Donald Trump.

“Kami melihat adanya perilaku yang kontradiktif dari pemerintah AS, mereka mengaku siap berunding secara bilateral dan mengaku siap kembali kepada komitmennya, tapi mereka tidak menunjukkan kepada pemerintah Iran langkah operasional apapun yang membuktikan kejujuran niat mereka,” ujar Abdollahian.

Hubungan Iran-Saudi terputus sejak tahun 2016 menyusul peristiwa serangan terhadap Kedutaan Besar Saudi di Teheran oleh massa pengunjuk rasa yang memrotes hukuman mati pemerintah Saudi terhadap ulama Syiah Saudi Syeikh Nimr Al-Nimr.

Dalam konferensi pers pekan lalu Menlu Arab Saudi Faisal bin Farhan menyatakan negaranya telah mengadakan putaran keempat perundingan langsung dengan Iran pada 21 September lalu. Meski demikian, dia juga menyebut perundingan itu masih berada di tahap “eksplorasi”. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Menlu Iran Sebut Israel Terkurung dalam Penjara Besar

PM Israel: Iran Membuat Lompatan Besar dalam Pengayaan Uranium

 

DISKUSI: