Iran Mengaku Menanti Kesalahan Tel Aviv agar Pintu Jahannam Terbuka bagi Israel

0
530

Teheran, LiputanIslam.com –  Menteri Dalam Negeri Iran Ahmad Vahedi menyatakan bahwa ancaman Israel terhadap Iran bukanlah cerita baru, yang tak dapat diwujudkan oleh Tel Aviv “karena langkah awalnya akan menjadi langkah akhir baginya”.

Dikutip RT Arabic, Sabtu (11/12), Vahedi dalam wawancara dengan lembaga pemberitaan U-News mengatakan bahwa Iran dan para sekutunya sedang menanti Israel bertindak salah “agar terbuka pintu-pintu jahannam” bagi rezim Zionis tersebut.

Vahedi menyatakan demikian setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel pada Kamis lalu meningkatkan tekanan terhadap Iran bersamaan dengan macetnya pembicaraan nuklir Iran di Wina serta kunjungan Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz ke Washington di mana dia mengangkat masalah kesiapan militer bersama untuk menghadang ambisi nuklir Iran jika dirasa perlu.

Reuters melaporkan bahwa perundingan AS-Israel pada hari itu diperkirakan mengangkat kemungkinan pengadaan latihan militer untuk kesiapan menghadapi skenario terburuk berupa serangan terhadap fasilitas nuklir Iran jika diplomasi gagal dan ada permintaan dari para pemimpin AS dan Israel.

Di awal pertemuan dengan Gantz, Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengatakan bahwa Iran tidak memberikan keterlibatan diplomatik yang konstruktif dalam pembicaraan nuklir di Wina yang diharapkan oleh Presiden Joe Biden akan mengarah pada pulihnya kesepakatan nuklir 2015 yang telah diabaikan oleh pendahulunya, Donald Trump.

Austin menambahkan bahwa Biden “siap beralih ke opsi lain” jika kebijakan AS saat ini tentang Iran gagal.

“Kami sepenuhnya bersatu dalam komitmen kami untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir. Ini adalah masalah keamanan nasional bagi AS, Israel dan dunia,” katanya.

Senada dengan ini, Gantz menyebut Iran sebagai “ancaman terbesar bagi keamanan dan stabilitas global dan regional.”

Iran membantah berusaha membuat senjata nuklir, dan mengaku ingin berkontribusi teknologi nuklir untuk tujuan damai. Tapi tingginya tuntutan pemerintah baru Iran yang dinilai Barat sebagai garis keras meningkatkan kecurigaan Barat bahwa Teheran berusaha mengulur waktu ketika program nuklirnya berkembang. (mm/rt/raialyoum)

Baca juga:

Terbukti Tak Efektif, AS Masih Gemar Umbar Ancaman Kosong terhadap Iran

AS Siap Berdialog Langsung dengan Iran,Teheran: Barat Percuma Gunakan Bahasa Intimidasi

DISKUSI: