Terbukti Tak Efektif, AS Masih Gemar Umbar Ancaman Kosong terhadap Iran

0
447

Teheran,LiputanIslam.com-Pemerintahan Joe Biden dinilai melancarkan psy war untuk mengintimidasi Iran di tengah berjalannya perundingan Wina.

Harian Wall Street Journal melaporkan, Pemerintahan Biden berniat memperketat sanksi-sanksi atas Teheran jika perundingan gagal.

Setelah Wall Street Journal merilis laporannya, Jubir Gedung Putih Jennifer Psaki, Jubir Kemenlu AS Ned Price, Menhan AS Llyod Austin, dan Komandan CENTCOM Kenneth Mckenzie dalam pernyataan-pernyataan terpisah, namun terkoordinasi, mengklaim bahwa “AS masih memiliki opsi-opsi lain” jika perundingan menemui jalan buntu.

Dalam konferensi pers bersama Benny Gantz, Austin berkata,”Jika diplomasi gagal, kami siap menggunakan opsi-opsi lain. Kami akan membela diri, kawan-kawan, dan kepentingan kami.”

Di saat bersamaan di Gedung Putih, Psaki menyatakan,”Melihat kemajuan berkelanjutan dalam program nuklir Iran, Presiden (Biden) meminta dari timnya untuk bersiap-siap jika diplomasi gagal.”

Price juga mengklaim bahwa Pemerintah Iran akan ‘terkejut’ jika menyangka AS lemah.

Padahal sebelum ini, sejumlah pejabat AS sudah mengakui bahwa Tekanan Maksimum yang diberlakukan Washington gagal membuat Teheran bertekuk lutut.

Sebagai contoh, Penasihat Keamanan Nasional AS di era Donald Trump, Robert O‘brien tahun lalu pernah mengatakan, Washington telah menggunakan seluruh opsi sanksi di tangannya untuk menekan Iran, sehingga tidak ada opsi-opsi sanksi lain yang tersisa.

Selain itu, para pakar finansial dan ekonomi meyakini, sanksi-sanksi hanya efektif untuk sementara waktu saja. Seiring berlalunya waktu, dampaknya akan memudar dan pihak-pihak yang dijatuhi sanksi bisa menemukan cara-cara untuk beradaptasi. (af/fars)

Baca Juga:

Pembicaraan Terbaru Nuklir Iran Berakhir, Para Delegasi di Wina Sepakat Lanjutkan Negosiasi

Khashoggi Dijadikan Nama Jalan Tempat Kedubes Saudi di Washington

DISKUSI: