Iran Mengaku Jadi Perintis Terapi Plasma Darah dalam Perawatan Pasien COVID-19

0
561

Teheran, LiputanIslam.com –  Iran mengaku telah merintis terapi plasma di dunia dengan melakukan sejumlah besar tes terapi plasma pada pasien-pasien infeksi virus corona (COVID-19) di Iran.

“Jumlah terbesar studi tentang terapi plasma telah dilakukan di Iran. Fase pertama penelitian dilakukan pada hampir 60 pasien dan kami telah menerima informasi tentang 150 pasien lain. Protokol terapi plasma terbesar di dunia mungkin telah dilakukan di Iran, ” ungkap Wakil Menteri Kesehatan Iran untuk Perawatan Qassem Jan Babayee kepada wartawan melalui konferensi video, Rabu (29/4/2020).

Dia mencatat terapi plasma di negaranya telah memperlihatkan hasil yang baik dalam perawatan pasien COVID-19.

“Ini adalah salah satu metode berbiaya murah,” tuturnya.

“Negara kita selalu berada di antara negara-negara perintis di dunia dalam donor darah,” imbuhnya

Sehari sebelumnya, Ketua Komite Ilmiah Virus Corona di Iran Mostafa Ghanei mengatakan bahwa hasil awal tes plasma untuk terapi pasien  COVID-19 telah positif, dan jika sudah terbit izin untuk ekspor tes ELISA maka negara-negara lain juga akan dapat menggunakan tes ini.

Pekan lalu Direktur Pelaksana Organisasi Transfusi Darah Iran Peiman Eshqi menyebutkan adanya rencana memulai sebuah proyek pengumpulan plasma darah sukarelawan yang telah pulih dari infeksi COVID-19 untuk disuntikkan ke tubuh pasien yang masih berjuang melawan penyakit mematikan ini.

“Proyek ini akan dimulai secara bersamaan di 14 provinsi pada 20 April. Orang-orang yang telah dirawat setidaknya satu bulan lalu akan berpartisipasi dalam proyek ini,” terang Eshqi.

Baca: Gempur Covid-19, Militer Iran Kerahkan 80,000 Pasukan

Menurutnya, donasi plasma dan kemitraan dalam proyek ini sepenuhnya sukarela, dan relawan akan didatangi oleh dokter untuk menjalani beberapa tes pendahuluan.

Eshqi mengatakan bahwa terapi plasma telah menunjukkan hasil yang baik di sejumlah besar negara yang telah terlibat dalam perang melawan  COVID-19 dan merawat pasien yang terinfeksi virus ini.

Baca: Mandiri dan Siap Ekspor Peralatan Anti-Corona, Iran Gusarkan Musuh

Awal bulan ini seorang pejabat senior medis Iran mengatakan bahwa program terapi plasma yang dijalankan di Iran sejak Maret telah menunjukkan hasil 50% lebih baik daripada metode lain yang digunakan untuk mengobati pasien COVID-19. (mm/fna)

DISKUSI: