Iran Masukkan Trump dalam DPO Kasus Pembunuhan Jenderal Soleimani

0
56

Teheran, LiputanIslam.com –  Otoritas Iran mengeluarkan surat perintah penangkapan 36 pejabat Amerika Serikat (AS), termasuk Presiden Donald Trump, serta beberapa pejabat dan pelaku dari negara lain yang didakwa Teheran terlibat dalam pembunuhan komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Jenderal Qassem Soleimani.

“36 orang yang telah terlibat atau memerintahkan pembunuhan Haji Qasem, termasuk pejabat politik dan militer AS dan pemerintah lainnya, telah diidentifikasi. Surat perintah penangkapan telah dikeluarkan untuk mereka oleh pejabat pengadilan, dan red notice juga telah dikeluarkan untuk mereka melalui Interpol,” kata Jaksa Agung Teheran Ali Alqasi Mehr, Senin (29/6/2020).

Dia mengatakan bahwa orang-orang itu merupakan terdakwa pembunuhan dan aksi teror, dan bahwa Presiden AS Donald Trump berada di urutan teratas dalam daftar nama puluhan orang itu dan akan dituntut segera setelah dia mundur dari jabatan presiden setelah masa jabatannya berakhir.

Letjen Soleimani terbunuh dalam serangan drone AS yang juga menggugurkan wakil komandan pasukan relawan Irak Al-Hashd al-Shaabi Abu Mahdi al-Muhandis serta beberapa rekan seperjuangan keduanya di Bandara Internasional Baghdad, Irak, pada 3 Januari 2020.

Alqasi Mehr tidak menyebutkan nama buronan Iran itu kecuali Trump, namun menekankan bahwa Iran akan terus mengejar penuntutannya bahkan setelah kepresidenan Trump berakhir.

Menanggapi hal ini, Interpol menyatakan lembaga ini melarangnya melakukan “intervensi atau kegiatan apa pun yang bersifat politik, militer, agama atau ras”.

Baca: AS di Balik Upaya Perang Saudara di Irak

Lembaga yang berbasis di Lyon, Prancis,  ini menambahkan, “Karena itu, jika atau ketika ada permintaan seperti itu dikirim ke Sekretariat Jenderal, Interpol tidak akan mempertimbangkan permintaan seperti ini.”

Utusan AS untuk urusan Iran, Brian Hook, menyebut tindakan Iran itu sebagai “aksi propaganda”.

“Penilaian kami adalah bahwa Interpol tidak melakukan intervensi dan mengeluarkan red notice yang didasarkan pada sifat politik,” kata Hook dalam konferensi pers di Arab Saudi.

Baca: Jenderal Qaani, Sang Penerus Jenderal Soleimani, Sedang Berada di Suriah, Pertanda Apa?

Dia juga mengatakan, “Ini bersifat politik. Ini tidak ada hubungannya dengan keamanan nasional, perdamaian internasional atau mempromosikan stabilitas … Ini adalah aksi propaganda yang tidak seorang pun menganggapnya serius.” (mm/fna/aljazeera)

DISKUSI:
SHARE THIS: