Iran Lakukan Penerbangan Komersil Pertama ke Kabul Sejak Taliban Berkuasa

0
299

Kabul, LiputanIslam.com –  Sejak Taliban berkuasa di Afghanistan dan tentara AS keluar secara total dari sana pesawat Iran melakukan penerbangan komersil pertama ke Kabul sembari membawa para diplomatnya.

Saat melaporkan itu reporter saluran berita Al-Alam milik Iran, Rabu (15/9), menyebutkan bahwa Dubes Iran untuk Afghanistan masih ada di Kabul dan tidak meninggalkan Afghanistan sejak Taliban menyerbu dan menguasai ibu kota Afghanistan tersebut, sedangkan para diplomat tersebut sempat libur dan lantas kembali ke Kedubes Iran untuk menjalankan tugasnya.

Reporter Al-Alam juga menyebutkan bahwa bantuan kemanusiaan dari berbagai negara dunia juga telah tiba di Bandara Internasional Hamid Karzai, Kabul, dan Bandara Mazar-i Sharif di Afhanistan utara. Bantuan itu berupa perlengkapan medis dan obat-obatan, tenda dan bahan pangan yang sebagian besar adalah untuk anak-anak kecil yang sangat membutuhkannya.

Pesawat PBB juga mendarat di Bandara Kabul membawa para petugas PBB, dan tiba pula beberapa pesawat lain dari beberapa negara, termasuk Arab, membawa bantuan kemanusiaan.

Kantor berita lain milik Iran, Fars, menyebutkan bahwa perusahaan penerbangan Mahan Iran telah melakukan penerbangan dari Bandara Masyhad ke Bandara Kabul dengan membawa 10 penumpang, dan pada hari itu pesawat Iran tersebut dijadwalkan kembali ke BandaraInternasional Shahid Hasheminejad, Masyhad, dengan membawa penumpang.

Jumat pekan lalu Wakil Tetap Iran untuk PBB Majid Takht-Ravanchi mengecam serangan Taliban ke wilayah Pansjhir, dan menyebutkan bahwa Teheran tidak akan mengakui pemerintah yang berkuasa di Afghanistan dengan paksa.

Pada periode awal kekuasaan Taliban di Afghanistan(1996-2001) hubungan Iran dengan Taliban sangat buruk, dan Teheran tak mengakui eksistensi Taliban.  Namun, pada tahun 2021 terjadi pendekatan antara keduanya, dan sebelum Taliban menguasai Kabul, Iran juga telah memfasilitasi perundingan antarelemen Afghanistan, termasuk Taliban. (mm/alalam/raialyoum)

Baca juga:

Iran Nyatakan Tidak akan Mengakui Pemerintahan yang Dipaksakan di Afghanistan

Muncul di Video, Wakil Perdana Menteri Afghanistan Bantah Dirinya Terluka dalam Kontak Senjata

DISKUSI: