Iran Nyatakan Tidak akan Mengakui Pemerintahan yang Dipaksakan di Afghanistan

0
323

NewYork, LiputanIslam.com –  Iran menyatakan bahwa kejahatan perang yang dilakukan oleh pasukan asing di Afghanistan tidak boleh dibiarkan begitu saja, dan bahwa Teheran  tidak akan mengakui pemerintah yang mengambil alih kekuasaan dengan paksa.

Menjelang pertemuan Dewan Keamanan PBB di Afghanistan, Jumat (10/9), Wakil Tetap Iran untuk PBB Majid Takht-Ravanchi mengatakan, “Afghanistan sedang melalui masa kritis. Ratusan ribu telah meninggalkan negara ini, hampir 600.000 lainnya telah mengungsi,  mkanan pokok hampir habis dan 18,4 juta orang membutuhkan bantuan kemanusiaan.”

Dia menilai situasi saat ini di Afghanistan pertama-tama merupakan akibat langsung dari intervensi AS dan kekuatan asing lainnya di Afghanistan serta penarikan mereka secara tidak bertanggung jawab.

“Ketika mereka memasuki Afghanistan, mereka membawa bencana bagi orang Afghanistan, dan ketika mereka pergi, mereka meninggalkan tragedi bagi orang Afghanistan,” kata Takht-e Ravanchi.

Diplomat senior Iran itu mengatakan bahwa rakyat Afghanistan harus dibantu untuk mencapai perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran yang permanen.

Diplomat senior Iran ini mengecam serangan Taliban ke wilayah Pansjhir, dan menyebutkan bahwa Teheran tidak akan mengakui pemerintah yang berkuasa di Afghanistan dengan paksa.

Dia menegaskan bahwa jalan menuju stabilitas, perdamaian abadi dan pembangunan berkelanjutan di Afghanistan praktis melalui negosiasi antar-Afghanistan dengan partisipasi aktif dari semua kelompok etnis, bahasa dan agama.

Dia mengatakan bahwa seperti tetangga Afghanistan lainnya, Iran sangat prihatin tentang ketidakamanan dan ketidakstabilan di negara itu, serta ancaman yang ditimbulkan oleh teroris dan jaringan perdagangan narkoba dan manusia.

Dia juga menekankan bahwa Iran juga sangat yakin bahwa dalam keadaan apa pun wilayah Afghanistan tidak boleh digunakan untuk mengancam atau menyerang suatu negara atau untuk melindungi atau melatih teroris, atau untuk merencanakan atau membiayai kegiatan teroris. (mm/mna)

Baca juga:

Menlu Qatar Berkunjung ke Iran untuk Bahas Masalah Afghanistan

Penjabat PM Afghanistan Janji Jamin Keamanan Para Pejabat Pemerintah Sebelumnya

DISKUSI: