Iran Kutuk Penistaan Kitab Suci Al-Quran di Swedia

0
141

Teheran, LiputanIslam.com  Iran mengutuk penistaan kitab suci Al-Quran di Swedia, dan menyebutkan tindakan itu sebagai contoh nyata dari penyebaran kebencian dan kekerasan terhadap umat Islam.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Nasser Kanaani, Sabtu (21/1), menyatakan, “Pengulangan penodaan kitab suci satu setengah miliar umat Islam adalah contoh nyata dari penyebaran kebencian dan kekerasan terhadap seluruh umat Islam. Tindakan tersebut tidak ada hubungannya dengan kebebasan berekspresi dan berpendapat.”

Dia menambahkan bahwa unsur-unsur ekstremis diberikan kebebasan di beberapa negara Eropa, dengan dalih palsu kebebasan berekspresi, untuk mempromosikan kebencian terhadap kesucian dan nilai-nilai Islam.

Juru bicara Iran menekankan bahwa khalayak dunia mengharapkan pemerintah Swedia mencegah terulangnya tindakan seperti itu terhadap Islam dan menghukum semua orang yang menyakiti perasaan umat Islam.

Menurut laporan, pemimpin sayap kanan Swedia Rasmus Paludan mendapat izin dari pemerintah negaranya untuk membakar Al-Quran di depan kedutaan Turki di Stockholm. Dia dilindungi oleh polisi saat melakukan aksinya.

Pada April tahun lalu, Paludan mencoba membakar Al-Quran di daerah yang banyak dihuni penduduk Muslim.

Paludan, didampingi oleh polisi, pergi ke ruang publik terbuka di kota Linkoping, Swedia selatan dan dilaporkan meletakkan kitab suci umat Islam itu dan mencoba membakarnya sambil mengabaikan protes.

Menteri luar negeri Swedia Tobias Billström mengutuk kebencian terhadap Muslim, tetapi menekankan bahwa ada kebebasan tertentu di negaranya.

Dai mengatakan “Provokasi Islamofobia sangat mengerikan. Swedia memiliki kebebasan berekspresi yang luas, tetapi itu tidak berarti bahwa Pemerintah Swedia, atau saya sendiri, mendukung pendapat yang diungkapkan.” (mm/presstv)

Baca juga:

Kemlu Iran: Barat Klub Teroris Dunia, IRGC Organisasi Anti-Teror Terbesar di Dunia

IRGC Dicap Teroris oleh Parlemen Eropa, Ini Tanggapan Keras Militer Iran

DISKUSI: