Teheran, LiputanIslam.com – Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Nasser Kana’ani mengutuk Presiden AS Joe Biden atas serangan udara dan artileri AS terbaru di provinsi, Deir Ezzur, Suriah timur.
“Washington menggambarkan serangan baru-baru ini oleh tentara agresornya terhadap kelompok-kelompok rakyat Suriah dan pasukan anti-terorisme sebagai tanggapan langsung terhadap serangan dan ancaman terus-menerus terhadap pasukan AS,” ungkap Kana’ani di Twitter, Jumat (26/8).
“Pada intinya, kehadiran pasukan pendudukan AS di Suriah dan agresi mereka terhadap para pembela kemerdekaan dan integritas teritorial negara ini melanggar hukum dan menyedihkan,” tambahnya.
Kamis lalu, Biden mengklaim bahwa serangan artileri AS di Suriah Timur diperintahkan untuk melindungi pasukan AS dari serangan “kelompok yang didukung Iran”.
“Saya mengarahkan serangan 23 Agustus demi melindungi dan mempertahankan keselamatan personel kami. . . dan untuk mencegah Republik Islam Iran dan kelompok-kelompok yang didukung Iran melakukan atau mendukung serangan lebih lanjut terhadap personel dan fasilitas AS,” kata Biden dalam sebuah pernyataan yang memberi tahu Kongres ihwal aksi tersebut.
Dia menegaskan bahwa serangan AS merupakan reaksi atas serangkaian serangan roket terhadap fasilitas AS dan militan sekutunya di daerah itu, termasuk dua di Garnisun al-Tanf dan Desa Hijau Situs Pendukung Misi pada 15 Agustus.
Biden menyebutkan bahwa serangan yang melibatkan helikopter serang Apache, pesawat tempur AC-130, dan artileri M777, itu menyasar fasilitas yang digunakan oleh tentara Suriah dan sekutunya untuk logistik dan penyimpanan amunisi.
Tentara AS telah menempatkan pasukan dan peralatan di bagian timur laut Suriah. Pentagon berdalih bahwa pengerahan itu dilakukan agar ladang minyak di daerah itu tidak jatuh ke tangan teroris ISIS.
Namun, pemerintah Damaskus, menegaskan bahwa tindakan AS itu semata bertujuan menjarah sumber daya alam Suriah
Mantan presiden AS Donald Trump pada lebih dari satu kesempatan mengakui bahwa pasukan AS bercokol di Suriah demi minyak negara Arab ini. (mm/fna)
Baca juga:
Pangkalan Militer AS di Suriah Kembali Diserang Misil, AS Membalas
[Video:] Hari Kedua Latihan, Drone Iran Hancurkan Target dengan Rudal Presisi