Pangkalan Militer AS di Suriah Kembali Diserang Misil, AS Membalas

0
142

DeirEzzor, LiputanIslam.com    Pangkalan militer AS di ladang minyak Koniko di provinsi Deir Ezzor menjadi sasaran serangan misil untuk kedua kalinya dalam beberapa jam, Kamis (25/8).

Dikutip kantor berita Suriah, SANA, sumber-sumber lokal di Deir Ezzor bahwa sebuah pangkalan militer  AS di ladang minyak Koniko di pedesaan timur menjadi sasaran dengan gempuran roket, dan kemudian ledakan terdengar di dalam pangkalan, namun tidak ada korban yang dilaporkan di antara pasukan AS.

Mereka menambahkan bahwa pasukan pendudukan AS segera memblokir daerah itu, sementara pesawat pasukan AS melayang-layang di angkasa daerah tersebut.

NBC News melaporkan bahwa sejumlah tentara pendudukan AS terluka dalam serangan rudal yang menargetkan pangkalan militer mereka di timur provinsi Deir Ezzor.

Rabu lalu, dua pangkalan militer pendudukan AS di ladang minyak al-Omar dan Koniko menjadi sasaran serangan misil.

Pasukan AS telah mendirikan pangkalan di beberapa daerah di wilayah al-Jazirah Suriah, khususnya di ladang minyak dan gas, untuk menjarah hasil produksi dan menyelundupkannya ke luar negeri melalui konvoi tank dan truk yang berkoordinasi Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang ditulang punggungi oleh milisi Kurdi.

Sementara itu, setidaknya dua pejuang yang disebut oleh Komando Pusat AS (CENTCON) sebagai “tersangka militan yang didukung Iran” dilaporkan tewas di Suriah, sehari setelah AS mengatakan telah melakukan serangan terhadap target “terkait Iran” di Suriah.

Militer AS menyatakan serangan menyasar dua fasilitas pada Rabu malam, dan beberapa roket mendarat di dalam perimeter Mission Support Site Conoco di timur laut Suriah, yang dengan cepat diikuti oleh Mission Support Site Green Village lainnya. Dua fasilitas itu dijalankan oleh SDF.

Sebagai balasan, serangan oleh helikopter AS menewaskan “dua hingga tiga  tersangka militan yang didukung Iran”. Pernyataan itu menyebutkan dua personel militer AS dirawat setelah serangan itu, dan dua lainnya sedang dievaluasi.

Serangan itu terjadi sehari setelah militer AS mengaku telah melakukan serangan di Deir Az Zor, provinsi kaya minyak strategis yang berbatasan dengan Irak, terhadap kelompok-kelompok yang “terkait dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran”.

CENTCOM mengatakan serangan itu diperintahkan oleh Presiden Joe Biden dan merupakan tanggapan langsung terhadap serangan 15 Agustus di Garnisun al-Tanf, yang menjadi markas pasukan AS.

Wakil Menhan AS untuk kebijakan, Colin Kahl, mengatakan kepada wartawan bahwa serangan itu menunjukkan bahwa “AS  tidak akan ragu membela diri terhadap agresi yang didukung Iran dan Iran ketika itu terjadi”.

Menurut militer AS, serangan itu melibatkan delapan jet tempur AS, empat F-16 dan empat F-15E, dan menghantam sembilan sasaran di Suriah, termasuk gudang amunisi dan bunker pasokan logistik.

Iran membantah terkait dengan para pejuang yang diserang AS itu. Kementerian luar negerinya pada hari Rabu menyebut serangan AS itu sebagai “pelanggaran oleh tentara AS terhadap rakyat dan infrastruktur” serta integritas teritorial dan kemerdekaan Suriah. (mm/sana/aljazeera)

Baca juga:

AS Gempur Pasukan yang “Terkait dengan Iran” di Suriah, Ini Tanggapan Teheran

Suriah Sebut Syarat Rekonsiliasi dengan Turki

DISKUSI: