Iran Jumat Besok akan Gelar Latihan Perang Laut Bersama Cina dan Rusia

0
201

Teheran, LiputanIslam.com –  Juru bicara Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran Brigjen  Abolfazl Shekarchi menyatakan pihaknya akan menggelar latihan militer bersama dengan Cina dan Rusia pada hari Jumat besok (27/12/2019).

Latihan ini dinilai sebagai salah satu pencapaian terbesar diplomasi pertahanan Iran dan menandakan keberhasilan diplomasi Iran.

Latihan bersama ini bersandi  “Sabuk Pengaman Maritim”  akan diadakan selama empat hari di bagian utara Samudera Hindia dan Laut Oman.

Laporan selama minggu terakhir menyebutkan bahwa angkatan laut Cina dan Rusia bergerak ke perairan Iran untuk berpartisipasi dalam latihan perang maritim bersama.

Angkatan Laut Rusia akan berpartisipasi dalam latihan ini dengan tiga unit kapal, termasuk kelas fregat Neustrashimy bernama Yaroslav Mudry, kapal tunda Yevgeniy Khorov dan kapal tanker Yelnya.

Sedangkan Angkatan Laut Cina juga akan mengambil bagian dengan melibatkan kapal perusak Xining Tipe 052D.

Komposisi dan kemampuan kapal perang yang dikerahkan oleh Cina dan Rusia untuk manuver maritim bersama dengan Iran ini menunjukkan pentingnya latihan perang ini di mata Rusia dan Cina karena kedua negara telah mengerahkan kapal-kapal canggih dan baru.

Di sisi lain, latihan gabungan angkatan laut Iran, Cina dan Rusia ini dapat dianggap sebagai lawan koalisi pimpinan AS untuk keamanan maritim di Teluk Persia.

Baca: Militer Israel Kembali Gertak Iran dengan Perang

Brigjen  Abolfazl Shekarchi dalam konferensi pers, Rabu (25/12/2019), menjelaskan bahwa manuver ini adalah untuk bertukar pengalaman antara angkatan bersenjata Iran, Cina dan Rusia, dan bertujuan antara lain menghadapi terorisme dan pembajakan laut.

Dia menekankan bahwa pencapaian dari manuver ini akan membantu semua negara dalam menghadapi tantangan laut.

Baca: Media Israel: Dibantu Iran, Faksi Jihad Islam Palestina di Jalur Gaza Menghebat

Dia menambahkan bahwa Samudra Hindia dan Laut Oman adalah area komersial yang penting secara global namun banyak negara mengabaikannya, sehingga stabilitas keamanan dan perdamaian di kawasan vital ini sangat penting. (mm/raialyoum/mehr)

DISKUSI: