Teheran, LiputanIslam.com –  Iran mengimbau negara-negara lain yang kehilangan jiwa warganya dalam insiden jatuhnya pesawat Ukraina di Teheran tidak mengeksploitasi masalah ini untuk “agenda politik”.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Mousavi dalam sebuah pernyataannya, Jumat (16/1/2020), mengecam pertemuan di London, Inggris, yang dihadiri oleh para menteri luar negeri dari Kanada, Inggris, Ukraina, Swedia, Belanda, dan Afghanistan, serta desakan mereka agar dilakukan penyelidikan internasional atas insiden tersebut.

Mousavi menyebut pertemuan itu “peristiwa yang mengherankan” dan mengimbau supaya “insiden pesawat yang memprihatinkan itu tidak semestinya dieksploitasi untuk agenda-agenda politik”.

Baca: Ayatullah Khamenei Sebut Peristiwa Seputar Gugurnya Soleimani sebagai “Hari-Hari Allah”

“Iran bersimpati atas penderitaan keluarga korban, bekerjasama secara total, dan terbuka bagi delegasi negara-negara itu,” ungkapnya.

Dia juga memastikan adanya “pendataan identitas korban, dan berlanjutnya proses penyelidikan teknis seputar insiden ini”.

Sehari sebelumnya, enam negara yang terlibat dalam pertemuan di ibu kota Inggris itu mendesak Iran bertanggungjawab atas jatuhnya pesawat yang jatuh akibat salah tembak pasukan Iran tersebut, memperkenankan penyelidikan internasional, dan menebus kerugian keluarga korban.

Baca: Seluruh Penjuru Iran Kembali Dilanda Unjuk Rasa Akbar

Dalam sebuah pernyataan yang dibacakan oleh Menteri Luar Negeri Kanada Francois-Philippe Champagne, mereka juga mendesak Iran agar mengidentifikasi dan memperlakukan para korban dengan hormat, transparan, dan sesuai standar internasional, serta menghormati semua tuntutan keluarga korban untuk pemulangan jenazah ke negara asal.

Sebuah pesawat Ukraina jenis Boeing 737 tertembak jatuh di Teheran pada 8 Januari  lalu hingga seluruh penumpang dan awaknya yang berjumlah 176 orang tewas. Para korban itu tercatat 82 orang warga negara Iran sendiri, 57 warga negara Kanada, 11 warga negara Ukraina, 10 warga negara Swedia, 4 warga negara Afghanistan, 3 warga negara Jerman, dan 3 warga negara Inggris. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*