Lautan jemaah di Teheran berbondong-bondong mengalir menuju lokasi penyenggearaan shalat Jumat yang diimami oleh Ayatullah Khamenei, 17 Januari 2020.

Teheran, LiputanIslam.com –  Rakyat Iran kembali menggelar unjuk rasa akbar di pelbagai penjuru negara republik Islam ini untuk menandai kebulatan tekad mereka melawan arogansi Amerika Serikat (AS) di kawasan Timteng dan dunia, Jumat (17/1/2020).

Hari itu rakyat Iran di turun ke jalanan di berbagai kota dan daerah, dari yang paling timur, yaitu Masyhad, ibu kota provinsi Khorasan Razavi dan Khorasan Utara, hingga Golestan, Rasht, Mazandaran, dan Azerbijan Timur, kemudian dari bagian tengah, yaitu Semnan, Yazd, Isfahan, Kerman, Qum, Qazwin, Hamadan hingga Kurdistan di bagian barat, serta Sistan va Balucistan di bagian tenggara hingga Abadan dan Ahwaz.

Jutaan pengunjuk rasa damai mendemonstrasikan keteguhannya kepada nilai dan prinsip yang diajarkan oleh arsiteks revolusi Islam Iran Ayatullah Khomaini, loyalitas mereka kepada darah syuhada, dan dukungan mereka revolusi Islam.

Mereka mengangkat slogan “mampus Amerika”, “mampus Israel”, dan “mampus Inggris”, serta memperlihatkan spanduk dan poster bertuliskan dukungan kepada jalan yang telah ditempuh oleh jenderal tersohor dan legendaris Qassem Soleimani yang gugur diserang AS.

Baca: Ayatullah Khamenei Sebut Peristiwa Seputar Gugurnya Soleimani sebagai “Hari-Hari Allah”

Jutaan massa itu menegaskan bahwa jalan yang telah dibuka oleh Soleimani akan terus diperjuangkan, dan menyatakan siap melawan kekuatan-kekuatan arogan dunia, terutama AS dan Rezim Zionis Israel.

Massa mengutuk serangan AS terhadap Soleimani serta menyebutnya sebagai kejahatan yang fatal. Mereka juga menuntut pengusiran Duta Besar Inggris dari Iran.

Para pengunjuk rasa memuji keberanian pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC/Pasdaran) membalas serangan teror militer AS.

Selain itu, lautan massa juga mengekspresikan belasungkawa mereka atas korban tewas jatuhnya pesawat Ukraina di Teheran akibat salah tembak pasukan IRGC.

Baca: Resmi: AS Akui 11 Tentaranya Luka-luka Akibat Serangan Rudal Iran di Pangkalan Ain al-Assad

Dalam deklarasi bersamanya, para pengunjuk rasa Iran menegaskan kesiapan jiwa dan raga mereka membela nilai-nilai revolusi Islam, dan menekankan keharusan mematuhi pentunjuk Pemimpin Besar Iran Ayatullah Khamenei pasca “gelombang pertama” serangan rudal balistik IRGC yang telah mengguncang dan memorak porandakan pangkalan militer AS di Irak sebagai balasan atas kematian Jenderal Soleimani. Massa menegaskan keharusan berjuang mengusir pasukan AS dari kawasan Timur Tengah.

Dalam berbela sungkawa atas tragedi pesawat Ukraina, massa menegaskan penolakannya terhadap eksploitasi peristiwa ini oleh musuh Iran. Mereka juga mengekspresikan apresiasinya kepada semua “pengorbanan besar” angkatan bersenjata Iran di bidang pertahanan dan keamanan negara.

Mereka juga menegaskan dukungan penuh kepada perjuangan Poros Resistensi melawan konspirasi AS, menyebutnya sebagai kewajiban berbasis agama dan kemanusiaan bagi pemerintah, dan memandangnya sebagai bagian dari pilar keamanan nasional Iran.

Di Teheran, ibu kota Iran, Masjid Agung Imam Khomaini dan jalanan sekitarnya juga dibanjiri lautan jemaah yang mengikuti khutbah dan shalat Jumat yang diimami oleh Ayatullah Khamenei.

Baca:

(mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*