Iran Hasilkan 9 Gram Uranium Yang Diperkaya 60% Per 9 Jam, “Peringatan bagi Musuh”

0
458

Teheran, LiputanIslam.com –   Kepala Badan Tenaga Atom Iran (AEOI) Ali Akbar Salehi memastikan negaranya sedang memperkaya uranium dengan tingkat kemurnian 60%.

“Saat ini sedang berlangsung pengayaan uranium 60% di instalasi nuklir Ahmadi Roushan,” katanya dalam wawancara dengan kantor berita Tasnim milik Iran, Jumat (16/4).

Dia menambahkan, “Dalam setiap sembilan jam kami menghasilkan 9 gram uranium yang diperkaya 60%.”

Dia juga menegaskan, “Kami bisa memproduksi uranium dengan tingkat kemurnian berapapun jika dibutuhkan.”

Mengenai fasilitas nuklir Natanz yang beberapa waktu lalu terkena “sabotase Israel”, Salehi menepis rumor yang menyatakan adanya kontaminasi nuklir di situs Natanz.

“Tidak ada polusi di sana, jika ada polusi, kami tidak akan membiarkan orang yang kami cintai bekerja di sana. Di sisi lain, jika ada polusi di Natanz, para pengawas tidak akan mengunjunginya, dan atas dasar ini, kami sepenuhnya menepis klaim itu,” katanya.

Dia menambahkan, “Pengayaan uranium di instalasi Natanz tidak berhenti, sebagaimana juga tidak menghasilkan kontaminasi radioaktif sama sekali, dan aliran listrik utama instalasi ini akan tersalur pada malam ini.”

Dia menjelaskan bahwa instalasi Natanz tetap beroperasi, kecuali satu ruangnya, yang ditempati oleh mesin sentrifugal IR-1.

Sementara itu, Kepala Kantor Kepresidenan Iran Mahmoud Vaezi di Twitter, Jumat, menyatakan bahwa dimulainya pengayaan uranium 60% merupakan manifestasi kemampuan Iran, dan menjadi “pesan jelas” bagi pihak-pihak yang “bermaksud buruk” terhadap negara ini.

“Pengayaan 60% untuk tujuan damai adalah bukti nyata kemajuan dan kemampuan Iran, dan merupakan satu pesan jelas untuk siapapun yang bermaksud buruk terhadap negara kami agar hendaknya mengetahui bahwa teknologi nuklir damai sudah terpribumi di Iran, dan bahwa gerakan negara ini tak dapat dihentikan dengan pembunuhan ilmuwan nuklir dan pengandalan aksi sabotase di pusat-pusat nuklir,” terangnya.

Vaezi menambahkan bahwa pengayaan uranium 60% merupakan reaksi terhadap siapapun yang pernah mengatakan dalam beberapa tahun terakhir bahwa industri nuklir di Iran terhenti setelah tercapainya perjanjian nuklir multilateral yang dinamai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), sebagaimana dinyatakan oleh pemerintah Iran bahwa perjanjian itu tak akan pernah bisa menghalangi kemajuan industri nuklir negara republik Islam ini. (mm/tasnim/alalam/mna)

Baca juga:

Perundingan Nuklir Iran Dimulai Lagi di Tengah Ketegangan Pasca Insiden Natanz

Iran Perkaya Uranium 60%, Ini Tanggapan Kritis Saudi dan Eropa

DISKUSI: