Iran Dobrak Monopoli Barat dalam Produksi Peralatan Medis

0
222

Teheran, LiputanIslam.com – Ketua Dewan Pengembangan Bioteknologi Iran Mostafa Qaneyee memuji perusahaan-perusahaan berbasis sains Iran atas prestasi mereka dalam produksi peralatan medis dengan kualitas yang setara dengan produk-produk barat, terutama untuk penanggulangan segera wabah virus corona (Covid-19).

“Ekspor produksi Iran di bidang perang dan pencegahan virus corona ke negara-negara yang mengklaim sebagai pelopor di bidang medis setelah dua bulan wabah virus melanda menunjukkan bahwa langkah-langkah yang diambil untuk pengembangan perusahaan berbasis pengetahuan dan pekerjaan mereka sangat baik dan efektif, ” ujar Qaneyee, Rabu (6/5/2020).

Sehari sebelumnya, sebuah perusahaan berbasis sains di Iran, yang telah berhasil memroduksi alat tes serologi secara massal untuk diagnosa virus Covid-19, mengumumkan bahwa mereka akan mengekspor produknya ke Jerman.

Baca: Peralatan Buatan Iran Bantu Eropa Perangi Pandemi Covid-19

“Setelah produksi alat serologi untuk mendiagnosis virus Covid-19 melalui metode ELISA (enzyme-linked immunosorbent assay), kami memiliki banyak permintaan dari 60 negara untuk mengekspornya,” ujar Yasha Farrokhzad, dirut perusahaan tersebut.

Qaneyee menjelaskan bahwa alat ELISA (serologi) dapat membantu mengidentifikasi orang yang terinfeksi Covid-19.

Wakil Presiden Iran bidang Sains dan Teknologi, Sorena Sattari, pada 11 April meresmikan lini produksi alat serologi di Iran. Dia mengatakan bahwa 2 juta set alat jenis ini akan diproduksi di Iran setiap minggu.

Baca: Iran Sebut Obat Favipiravir dan Remdesivir Tidak Menjanjikan bagi Pasien Covid-19

Alat tes serologi memeriksa antibodi untuk melihat apakah sistem kekebalan seseorang reaktif atau tidak terhadap Covid-19.

Di hari yang sama juga diumumkan jalur produksi alat PCR buatan dalam negeri untuk diagnosa infeksi Covid-19.

“Kit jenis ini bertindak berdasarkan analisis tes PCR (pasien), dan sebanyak 100.000 unit alat jenis ini dapat diproduksi setiap minggu,” kata Sattari saat itu. (mm/fna)

DISKUSI: