Iran Diduga Menduplikasi Misil Canggih Israel yang Tertembak Jatuh di Suriah

0
1306

Rudal Spike buatan Israel diperlihatkan dalam parade HUT ke- 65 Angkatan Bersenjata Korsel di sebuah pangkalan udara di Seongnam, selatan Seoul, 1 Oktober 2013 (Sumber: AFP)

Moskow, LiputanIslam.com –  Sebuah media Rusia memberitakan sebuah video uji coba rudal anti-tank baru Iran dengan menyebutkan bahwa negara republik Islam ini bermungkinan telah menduplikasi rudal Israel yang tertembak jatuh di Suriah.

Avia.Pro, sebuah outlet berita penerbangan Rusia, melaporkan bahwa rudal baru itu terlihat menyerupai salah satu proyektil Israel yang tertembak jatuh oleh sistem peperangan elektronik Rusia dalam sebuah peristiwa serangan Israel terhadap Suriah.

Laporan itu menambahkan bahwa rudal yang jatuh itu kemudian berhasil dilenyapkan dari Suriah oleh “dinas intelijen Iran”, kemudian dipelajari dan diduplikasi sepenuhnya.

Outlet berita itu membagikan sebuah video yang memperlihatkan  akurasi rudal Iran yang diduga hasil diplikasi “Spike” Israel tersebut dalam membidik sasarannya.

Avia.Pro mengutip keterangan para ahli bahwa Iran dapat menggunakan rudal Israel itu terhadap Tel Aviv sendiri dalam waktu dekat.

Pemerintah Iran telah berulang kali menyatakan program rudalnya belum dibuat untuk tujuan non-konvensional dan hanya dimaksudkan sebagai bagian dari kemampuan pencegahan.

Baca: Video: Pasukan Iran Peringatkan Kapal Perang AS di Teluk Persia

Seorang komandan IRGC pernah menyatakan negaranya menduduki peringkat pertama di bidang teknologi rudal di antara negara-negara Timur Tengah.

“Hari ini, kami menempati peringkat pertama dalam teknologi rudal tingkat regional dan ditempatkan di antara beberapa kekuatan global dalam hal ini,” ujar komandan Divisi Dirgantara IRGC Brigjen Amir Ali Hajizadeh pada Agustus 2019.

Baca: Ditawari Ventilator oleh Trump, Zarif: Iran Justru Akan Jadi Eksportir Ventilator

Senada dengan ini, Panglima IRGC Mayjen Hossein Salami pada Juni di tahun yang sama menyebut negaranya berhasil mengubah keseimbangan kekuatan yang menguntungkannya dengan mengembangkan teknologi yang diperlukan untuk pembuatan rudal balistik. (mm/presstv)

DISKUSI: