Iran Didepak dari CSW akibat Ulah AS, Teheran Sebut Ada “Voting Palsu”

0
135

Wanita Iran berunjuk rasa di depan kantor perwakilan PBB di TeheranTeheran, LiputanIslam.com  Iran mengecam langkah yang didukung AS untuk mengeluarkan Iran dari Komisi Status Perempuan (CSW) yang bernaung di bawah PBB. Iran menegaskan bahwa AS dan sekutunya yang notabene kejahatan Israel terhadap perempuan Palestina bukanlah pihak yang pantas untuk mengadvokasi hak perempuan.

Kecaman itu dikemukakan oleh Wakil Utusan Iran untuk PBB Zahra Ershadi, Rabu (14/12), setelah Iran dikeluarkan dari CSW atas usulan AS dengan dalih bahwa “kebijakan Iran bertentangan dengan hak-hak perempuan dan anak perempuan”, menyusul gelombang protes pasca kematian Mahsa Amini.

Dewan Ekonomi dan Sosial PBB (ECOSOC) yang beranggotakan 54 orang mengadopsi resolusi rancangan AS untuk “segera menghapus Republik Islam Iran dari Komisi Status Perempuan untuk sisa masa jabatan 2022-2026.”

Sebanyak 29 anggota ECOSOC mendukung pengusiran Iran dari CSW, delapan negara menentang dan 16 abstain.

Tak lama setelah pemungutan suara itu, Ershadi mengutuk AS dan negara-negara tertentu yang telah menyusun teks. Dia menegaskan Iran akan tetap berkomitmen membela hak-hak perempuan dan anak perempuan meskipun berada di luar badan PBB.

“AS dan sekutunya tak patut mengaku pembela hak perempuan ketika mereka mendukung rezim Israel yang secara terang-terangan melanggar hak perempuan dan anak perempuan Palestina,” lanjut Ershadi.

Wakil Utusan Iran lainnya untuk PBB mengutuk politisasi hak-hak perempuan oleh AS, Inggris, Uni Eropa dan Kanada di badan dunia dan mengatakan pemecatan Iran itu didasarkan pada klaim yang tidak berdasar.

“Mengingat fakta bahwa AS, UE, Inggris, Kanada, dan beberapa negara lain terus memalsukan kenyataan, saya ingin menarik perhatian Anda pada diskriminasi rasial yang sistematis dan sistemik di negara-negara ini yang berdampak pada sejumlah besar orang, termasuk wanita dan anak perempuan Afrika-Amerika, Muslim, pribumi, berada di tempat kerja, pengadilan, media, platform digital atau dalam kehidupan sehari-hari mereka,” katanya.

Dia menambahkan, “Ketika sekutu terdekat AS melakukan kejahatan paling parah dalam sejarah kita belakangan  ini, mereka terus berada di sisi aman dari pertunjukan politik ini. Mungkin, inilah saat yang tepat bagi mereka untuk berhenti dari pertunjukan sia-sia ini dan menangani masalah HAM mereka dengan setia. Mereka tidak pernah bisa mengungkapkan kenyataan.”

Sementara itu, sejumlah massa wanita Iran menggelar unjuk rasa di depan kantor PBB di Teheran untuk memprotes pengusiran Iran dari Komisi Status Wanita PBB.

Massa membawa plakat-plakar bertuliskan “Hilangkan AS dari CSW,” dan “AS, pelanggar hak-hak perempuan terbesar,” dan mengecam usulan AS untuk menyingkirkan Iran dari komisi tersebut. (mm/presstv)

Baca juga:

IRGC: Iran Punya Rudal yang Tak Terbayangkan oleh AS

Iran Berhasil Menangkap Teroris Pembunuh Seorang Ulama Sunni

DISKUSI: